Berita Viral

VIRAL Curhat Kepala Sekolah, Ikhlas Cuma Ngajar 4 Orang Siswa, Sekolah di Pelosok, tak Ada Internet

Viral curhat kepala sekolah ikhlas cuma ngajar 4 orang siswa. Diketahui, sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang berada di pinggiran Kabupaten Mad

Editor: Liska Rahayu
Kompas.com/ Tribun Jatim
VIRAL Curhat Kepala Sekolah, Ikhlas Cuma Ngajar 4 Orang Siswa, Sekolah di Pelosok, tak Ada Internet 

“Dibandingkan tahun lalu, kemarin juga empat orang. Setelah ganti tahun ada tambahan menjadi enam hingga delapan siswa,” tutur Bambang.

Persoalan lain, lanjut Bambang, SMPN Satu Atap Gemarang kerap mengalami masalah saat PPDB dilakukan secara online. Hal itu diperparah dengan kondisi jaringan internet acapkali mengalami masalah.

Kondisi itu menjadikan calon peserta didik harus datang ke sekolah untuk meminta bantuan kepada sekolah untuk didaftarkan secara online.

Kendati hanya menyisakan 20-an siswa, Bambang tetap bersemangat mendidik anak-anak yang bersekolah di SMPN Satu Atap Gemarang.

Tak hanya itu, SMPN Satu Atap Gemarang akan meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap menerapkan mutu belajar sesuai standar pendidikan.

Persoalan PPDB, aksi orang tua mengukur jarak rumah dengan sekolah juga masih terus diperbincangkan.

Aksi orang tua nekat ukur jarak antara rumah ke sekolah secara manual jadi sorotan.

Pasalnya ayah di Bogor tersebut kecewa anaknya tak berhasil lolos PPDB zonasi.

Ia merasa ada kecurangan yang membuat anaknya tak lolos PPDB zonasi.

Tingkah orang tua yang kecewa lantaran buah hatinya tak berhasil lolos itu pun menuai sorotan usai diunggah akun instagram @folkshitt, Jumat (21/6/2024).

Dalam video tersebut, tampak seorang pria yang tampak memegang batang pohon dengan panjang sekitar 1 meter.

Sembari berjalan kaki, pria tersebut secara perlahan menggulingkan batang pohon yang dipegangnya ke jalanan.

Rupanya pria tersebut sedang mengukur secara manual jarak antara rumah dan SMAN 3 Bogor usai anaknya dinyatakan gagal lolos PPDB jalur zonasi.

Diketahui, pria tersebut bernama Billy Adhiyaksa.

Ia mengukur sendiri panjang jalan dari rumah menuju SMAN 3 Bogor dengan menggunakan ranting pohon.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved