Berita Viral

DITANGKAPNYA Dua Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan di Karo, IJW Apresiasi Kapolda dan Pangdam

Kedua pelaku disebut polisi sebagai eksekutor pembakaran rumah Rico Sempurna Pasaribu pada pada Kamis (27/6/2024) dini hari lalu.

Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
IJW apresiasi Kapolda Sumut dan Pangdam I Bukit Barisan yang telah berhasil membongkar pelaku pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Istimewa) 

Terkait tewasnya Rico Sempurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya, Gabriel Nainggolan menyebut mendukung polisi mengusut tuntas kasus ini.

"Tanggal 10 Februari 2022 dengan menunjuk saudara Robert Hendra Ginting sebagai pelaksana ketua DPD AMPI Kabupaten Karo. Ampi mendukung polisi mengusut tuntas kasus tersebut,"pungkasnya.

Diapresiasi IJW

Di sisi lain, Indonesian Journalist Watch (IJW) mengapresiasi Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan Pangdam Bukit Barisan, Mayjend TNI M. Hasan yang terjun langsung tangani kasus pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu yang menewaskan 4 sekeluarga tersebut.

“IJW mengapresiasi penanganan kasus pembakaran Rumah Rico dan keluarganya yang ditangani Kapolda Sumut dan Pangdam Bukit Barisan. Karena jika hanya ditangani Polres Karo, IJW tidak yakin pelaku pembakaran cepat tertangkap,”pungkas Ketua Umum IJW, HM. Jusuf Rizal dalam keterangan persnya, Rabu (10/7/2024).

Sebagaimana diketahui publik, wartawan Rico dihabisi diduga karena pemberitaan Peredaran Narkoba, Judi Togel, Joker Karo (Judi Leng) dan Ikan-Ikan yang lagi marak. Kemudian Penebangan Kayu Illegal di Hutan Siosar Wilayah Tanah Karo. Dan, sebelumnya Rico disebut sempat memperoleh ancaman lewat telpon sebanyak empat Kali.

Dari hasil investigasi jaringan Indonesian Journalist Watch (IJW) di Kabupaten, Karo, Sumatera Utara, menduga ada keterlibatan oknum aparat dalam kasus pembakaran Wartawan Rico sekeluarga.

Dua pelaku yang baru ditangkap selaku eksekutor pembakaran diduga adalah suruhan yang dibayar.

Dengan tertangkapnya pelaku berdasarkan rekaman CCTV, IJW yang sedianya akan mengirimkan hasil investigasi ke Presiden, Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kapolda Sumut, Pangdam Bukit Barisan, Kompolnas dan Komnas Hak Asasi Manusia, tidak diteruskan.

“Adanya respon cepat Kapolda Sumut dan Pangdam Bukit Barisan menunjukkan jika suara insan pers didengar. IJW sendiri akan terus ikut mengawal kasus ini, agar tidak hanya berhenti pada dua pelaku eksekutor,  tetapi juga aktor intelektual yang diduga melibatkan oknum TNI dan Polisi,”ukar Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Menurut Jusuf Rizal, Penyidik harus mampu menyeret aktor intelektualnya. Jangan sampai Kapolda Sumut dan Pangdam Bukit Barisan melindungi oknum-oknum yang terlibat, baik oknum TNI dan Kepolisian. Kasus ini telah menjadi perhatian insan pers dan masyarakat umum.

“IJW tegas. Pelaku pembakaran dan aktor intelektualnya, harus dihukum mati. Ini kejahatan sadis dan terencana. Dan jika hukumannya ringan akan menjadi Presiden buruk. Nanti orang yang tidak suka oleh tulisan wartawan, akan main hakim sendiri. Padahal UU Pers 40 tahun 1999, telah mengatur hak jawab,"ujar  Jusuf Rizal, yang juga selaku Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

(*/cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved