Berita Viral

VIRAL Kisah Kakek Imanuel, Ditandu 32 Km Lewati Lembah Curam dan Jalan Terjal demi Berobat ke RS

Baru-baru ini, viral di media sosial kisah Kakek Imanuel yang ditandu sejauh 32 km lewati lembah curam dan jalan terjal demi berobat ke RS.

Editor: Liska Rahayu
Tangkapan layar
Kakek berusia 65 tahun asal Desa Huku Kecil, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, ini terpaksa ditandu keluarganya untuk bisa berobat ke rumah sakit karena di desa itu tak ada satu pun fasilitas kesehatan yang tersedia, Kamis (18/7/2024). 

Perbekalan harus disiapkan karena perjalanan yang ditempuh dari Desa Huku Kecil menuju akses jalan yang berada di perbatasan Kali Nui sangatlah jauh dan membutuhkan waktu yang lama.

"Iya, bawa bekal juga karena perjalanan sangat jauh sekitar 32 kilometer dan butuh waktu sekitar 10 jam baru bisa sampai di Kali Nui," katanya.

Jalan terjal 

Butuh perjuangan ekstra untuk membawa kakek Imanuel menuju rumah sakit.

Selain karena jarak tempuhnya yang sangat jauh, medan jalan yang dilalui juga sangat berat.

Keluarga yang menandu kakek Imanuel juga harus melewati medan terjal yang berbatu dan berlumpur.

Selain itu, mereka juga harus menyusuri lembah curam, jalan yang licin hingga naik turun bukit berbatu sebelum akhirnya menyeberangi aliran Sungai Nui dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu.

"Pokoknya jalannya sangat buruk sekali harus lewati kolam-kolam dan medan berat sampai menyeberangi sungai," kata Aci.

Kakek Imanuel ditandu keluar dari rumahnya di Desa Huku sekitar pukul 06.00 WIT.

Mereka baru tiba di akses jalan raya di perbatasan Kali Nui pada pukul 16.00 WIT.

Menurut Aci, setibanya di perbatasan Kali Nui, sebuah mobil ambulans telah bersiap di lokasi untuk untuk menjemput ayahnya.

Setelah beristirahat beberapa saat, mobil ambulans kemudian membawa kakek Imanuel menuju ke rumah sakit.

"Saat sampai sudah ada ambulans yang jemput lalu bawa bapak ke rumah sakit," katanya.

Kejadian berulang

Kejadian yang menimpa kakek Imanuel dan keluarganya tersebut bukanlah kasus pertama yang terjadi di desa itu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved