Sumut Terkini
Pemkab Langkat Data Ulang Pedagang di Pasar Tradisional Tanjung Pura, Kadis Perindag Bungkam
Disinyalir, pendataan ini dilakukan karena dampak carut marutnya pedagang yang tak tertib berjualan bahkan persoalan relokasi yang disebut-sebut tak b
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
Hal ini juga tak luput dari penglihatan wartawan saat menyambangi Pasar Tradisional Tanjung Pura di Jalan Khairil Anwar.
"Banyak yang kosong, bisa di cek langsung. Tolong lah Pak Pj Bupati Langkat, Faisal Hasrimy turun langsung dan lihat situasi pajak (pasar) di Tanjung Pura ini," harap Ali.
Sementara itu, Ludfy seorang pengutip retribusi Pasar Tradisional Tanjung Pura saat diwawancarai mengaku dan menegaskan kalau masalah pemindahan pasar dirinya tidak diikutsertakan.
Apalagi soal pembagian lapak berjualan bagi para pedagagang.
"Kalau sekarang lapak di pajak (pasar) baru semua ada pemiliknya," ujar Ludfy.
Diketahui, informasi yang dihimpun wartawan, lapak atau tempat berjualan di pasar tradisional bukanlah untuk dimiliki. Adapun yang disebut pemilik adalah pemerintah kabupaten/kota masing-masing daerah.
"Dulu pembagian lapak di pajak (pasar) Yohanes beserta orang dinas. Jadi saya orang lapangan, masalah pembagian (lapak) kurang paham," ujar Ludfy.
Sedangkan itu, Ludfy menambahkan saat ini lapak atau meja untuk pedagang daging berjumlah enam orang.
"Dan sekarang ni di pajak (pasar) Tanjung Pura yang terdaftar kalau tak salah saya, pedagang daging cuma 6," ucap Ludfy.
Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Langkat, Ikhsan Aprija memberikan komentarnya terkait persoalan relokasi tersebut.
"Saya pelajari dulu ya, kadisnya juga sudah berganti-ganti," ujar Ikhsan.
"Kalau pun nanti tak sesuai harapan, sebelumnya saya minta maaf. Karena hal ini terjadi tidak dimasa saya," sambungnya.
Tak hanya itu, Ikhsan juga mengatakan saat ini banyak aturan yang berubah. Namun ia tak secara gamblang menjelaskan aturan yang dimaksud.
(cr23/tribun-medan.com)
| Pemko tak Akan Laporkan Massa yang Robohkan Pagar Kantor Wali Kota Binjai |
|
|---|
| Dua Hari tak Masuk Kerja, PNS Kelurahan Tewas di Rumah, Kondisi Tubuh Membengkak |
|
|---|
| Pasca 6 Bulan Bencana, Pendataan BNBA Tak Kunjung Rampung di Tapteng, Ini Kata Pj Sekda Sumut |
|
|---|
| Bapenda Sumut Sebut masih Terapkan Pembebasan Pajak untuk Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Pemenang Tender DJKA Sudah Diatur, PPK Ngaku Dapat Rp 7 Milliar, Hakim Tak Percaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Lapak-pedagang-yang-berjualan-di-luar-areal-Pasar-Tradisional-Tanjung-Pura.jpg)