Berita Viral

Pilu Ibu Dokter Aulia, Sang Anak Tewas Diduga Imbas Bullying, Kini Suami Menyusul Selang 16 Hari

Pilu ibu dari dokter Aulia setelah putrinya tewas diduga karena jadi korban bullying dan kini harus kehilangan suaminya selang 16 hari sang anak

Instagram
Pilu Ibu Dokter Aulia, Sang Anak Tewas Diduga Imbas Bullying, Kini Suami Menyusul Selang 16 Hari 

TRIBUN-MEDAN.COM – Pilu ibu dokter Aulia setelah putrinya tewas diduga karena jadi korban bullying.

Kini, selang 16 hari setelah putrinya dokter Aulia Risma meninggal dunia, sang suami ikut menyusul putrinya.

Ayah dokter Aulia Risma Fakhruri (65) meninggal dunia pada Selasa (27/8/2024) dini hari pukul 01.24 setelah menjalani perawatan intensif.

Kini, ibunda dokter Aulia harus kembali merasakan kehilangan setelah sang anak pergi untuk selamanya.

Suami tercinta atau ayah dari dokter Aulia menyusul putrinya meninggal dunia karena penyakit yang diderita setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan ayah dari Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi diduga korban bullying, meninggal dunia.

Ia menyampaikan, ayah Aulia masuk rumah sakit setelah kematian putrinya.

"Yang wafat adalah bapaknya. Dia masuknya ke rumah sakit memang sesudah kematian putrinya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebut Fakhruri ayah Dokter Aulia meninggal dunia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebut Fakhruri ayah Dokter Aulia meninggal dunia (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Sudah, lah, enggak enak kita ngomonginnya," kata Budi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2024), seperti dikutip Tribun-medan.com via Kompas.com

Budi mengaku sempat mengunjungi keluarga korban di Tegal, Jawa Tengah, usai mendengar dugaan bullying.

Saat itu, ia melihat kondisi keluarga korban, termasuk kondisi ayah korban yang memburuk dan harus dirujuk ke rumah sakit.

Budi bilang, saat itu pilihannya dirujuk ke RS Kariadi, RS tempat Aulia berpraktik.

Namun, karena masalah dugaan bullying ini, Budi memutuskan menawarkan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

"Jadi waktu saya pulang langsung bapaknya dibawa ke RSCM. Jadi mereka sudah ada di RSCM sekitar tiga hari karena memang kondisinya berat. Jadi tadi malam sekitar jam 01.00 WIB wafat," tutur dia.

Selain bertemu keluarga, kunjungannya ke rumah korban juga menemukan sejumlah informasi berupa bukti chat WhatsApp perundungan.

Ia pun meminta bukti-bukti itu didokumentasikan dan diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Saya minta didokumentasikan biar polisi yang menyelidiki. Sudah, sudah. Diary, Whatsapp, chat, banyak sekali. Itu nanti bisa tanya polisi (apakah terbukti korban bullying atau tidak)," ucap Budi.

Baca juga: Mau Turunin Bra yang Bergantungan di Kantor Desa Serapuh Asli, Satpol PP Malah Bentrok dengan Warga


Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ditemukan tewas di kamar kosnya, Senin (12/8/2024) malam.

Polisi menyebutkan, korban, Aulia Risma Lestari, tewas usai menyuntikkan diduga obat penenang ke tubuhnya sendiri.

Warga asli Kota Tegal itu ditemukan meninggal pada Senin (12/8/2024) sekitar pukul 22.00 WIB di kamar kos yang berlokasi di Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Benar bunuh diri, yang bersangkutan menyuntikkan obat ke badannya sendiri," ujar Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena melalui pesan singkat, Rabu (14/8/2024).

Kasus meninggalnya dokter muda mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjadi sorotan.

Dimana sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ditemukan tewas di kamar kosnya, pada Senin (12/8/2024) malam.

Peristiwa ini sendiri menjadi perhatian nasional. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) dokter senior yang terbukti melakukan praktik perundungan (bullying) yang berakibat pada kematian.

Baca juga: Pria yang Culik dan Rudapaksa Bocah Perempuan di Kuburan, Ternyata Residivis Kambuhan

Kemenkes juga meminta Universitas Diponegoro dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperbaiki sistem PPDS.

Diketahui sebelumnya, kasus kematian dokter muda dr Aulia Risma Lestari (30) menguak sejumlah fakta.

Kini beredar buku unthulektomi berisi pedoman dokter residen.

Dalam buku tersebut menyebutkan tugas junior ke senior, bahkan tertulis sistem hirarki.

Namun yang menjadi perhatian, aturan dalam buku tersebut terkesan seperti bullying.

Baca juga: Bobby Nasution-Surya Akan Daftar ke KPU Sumut Besok, Akan Diiringi Konvoi


Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tidak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling.

Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling

(*/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved