Berita Medan

IDENTITAS Pelaku yang Panah Dada Anak Ustaz Hingga Tewas Telah Dikantongi, Kini Diburu Polisi

Korban disebut-sebut tewas saat terjadinya tawuran di Jalan Makam Pahlawan, Kecamatan Medan Belawan, pada Selasa (20/8/2024) dinihari.

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
HO
Jenazah korban tawuran tampak terbaring di rumah duka yang berada di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Remaja bernama Muhammad Rasyid (17) yang tewas akibat tertembus anak panah, ternyata merupakan putra seorang ustaz.

Korban disebut-sebut tewas saat terjadinya tawuran di Jalan Makam Pahlawan, Kecamatan Medan Belawan, pada Selasa (20/8/2024) dinihari.

Menurut Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Janton Silaban, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Diakuinya, petugas sempat kesulitan mengusut kasus tersebut lantaran orangtua korban bernama Mansyur menolak untuk membuat laporan polisi.

"Kemarin ustaz Mansyur (orangtua korban) tidak mau melapor. Akhirnya kita melakukan pendekatan barulah orangtuanya mau membuat laporan," kata Janton kepada Tribun-medan, Rabu (28/8/2024).

"Kita sampaikan kepada orangtuanya, kalau ini tidak dilaporkan akan timbul masalah baru yakni dendam dan saling serang,".

"Karena kemarin sudah terjadi saling sering, teman-temannya Rasyid ini banyak juga di sana dan almarhum juga salah satu pentolan pemain tawuran," sambungnya.

Dikatakannya, setelah menerima laporan dari orangtua korban pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengantongi enam identitas terduga pelaku, dua diantaranya yakni berinisial J dan D yang merupakan otak pelaku.

"Untuk pelaku nya sudah jelas yang memanah adalah J atas suruhan D," sebutnya.

Janton menyampaikan, dari hasil rangkaian penyelidikan diketahui bahwa tewasnya korban ini merupakan aksi balas dendam oleh kelompok pelaku.

"Karena D ini seminggu sebelumnya, kena bacok oleh pelaku tawuran juga di sana, jadi ini rentetannya. D minta tolong sama J untuk balas dendam," ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini para pelaku sudah melarikan diri ke luar kota dan telah dilakukan pengejaran oleh pihak kepolisian.

"Pelakunya sudah jelas, untuk yang memanah sudah lari ke luar Belawan, di daerah Tanah Karo, Berastagi. Ini masih kita pastikan posisinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Janton menjelaskan, kedepannya petugas akan melakukan Ekshumasi atau pembongkaran kubur korban untuk keperluan autopsi melengkapi bukti.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved