Wawancara Khusus
Wawancara Khusus Calon Wali Kota Medan Prof Ridha Dharmajaya
rof Ridha Dharmajaya maju sebagai calon walikota Medan. Berpasangan dengan Abdul Rani, kedua diusung oleh PDIP, Hanura, PPP, Ummat, Gelora dan PKN.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Randy P.F Hutagaol
Di Tarutung misalnya, sedang banyak kasus emergency yang mereka tuh gak punya cukup pelayanan. Dan ternyata dalam perjalanan itu karir saya juga berkembang dengan cepat. Saya menjadi profesor di usia yang relatif muda sebagai profesor beda saraf, 46 tahun dan kemarin menjadi profesor beda saraf termuda di Indonesia.
Pada saat semua mulai settel, saya bangun beda saraf adam Malik bersama teman teman, hari ini saya bisa yakinkan 95 persen kasus beda saraf di seluruh dunia bisa dikerjakan di Adam Malik dengan BPJS, 5 persen.
Karena fasilitas belum memadai, dan harus kami sewa, dan itu punya problem kalo memakai BPJS karena harus bayar sendiri.
Sampai ada beberapa hal yang saya lihat bahwa keluarnya cerita tentang masyarakat kota Medan, kayaknya kita perlu berbuat lebih besar ini, satu kota bisa menikmati.
Kita coba mulai membuat sebuah gagasan waktu itu "gerakan gadget sehat" dan kita tawarkan ke masyarakat, dan berjalan baik jadi kita lanjut .
Pertanyaan : Seberapa perlu Medan seorang profesor?
Jawab: Sebenarnya bukan soal profesi, tapi cara berpikir, kemampuan analisis yang baik, kita melihat itu yang diperlukan di kota kita, jadi kalo kita ngelihat kasus, jangan berhenti dan merespon dengan respon primitif.
Ini kejadian yang kita lihat, kita turun ke masyarakat kita lihat tuh ada anak-anak yang rambutnya pirang misalnya ada
anak-anak rambutnya pirang itu kan kurang gizi itu artinya anak umur 3-4 tahun rambutnya pirang kurang gizi ya.
Terus respons primitif kita kan yaudah kasih makan deh, substitusi makanannya nah, tapi kalau kita telaah hal bijak jauh dapat informasi yang lebih dalam ternyata abangnya itu putus sekolah, kakaknya terjebak prostitusi, ibunya juga bapaknya mabok-mabokan ngelem dan sebagainya.
Nah apa yang terjadi sebenarnya di sini.
Nah justru pemberdayaan keluarga ini menyelesaikan persoalan, kalau orangtua berdaya mampu bekerja menghasilkan, anaknya gamungkin kurang gizi, remaja terjebak prostitusi.
Pertanyaan: Sejauh mana menyusun program program?
Jawab: Saya melihat bahwa ada hal hal yang harus diselesaikan secara emergency, tadi berhubungan dengan masyarakat miskin kota, kondisi nasional juga menunjukkan juga tanda tanda kondisi perekonomian tidak terlalu baik untuk Indonesia.
Bahkan tahun depan kalau utang kita enggak terbayar dengan baik di tahun ini, itu bakal double the number gitu ya, bahkan lebih besar gitu, kalau pemerintah enggak punya cadangan untuk membayar itu akibatnya harus mengambil lagi dengan pajak dan sebagainya.
Saya khawatir konflik di bawah ini rakyat yang tadinya hampir miskin jadi benar-benar miskin dan ini bisa memancing konflik sosial sehingga yang pasti yang harus segera diselesaikan itu adalah masalah perut.
Walaupun itu enggak populer gitu ya itu sangat primitif gitu kan artinya hal yang paling dasar gitu dari sebuah kebutuhan tapi itu harus terpenuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Prof-Ridha-Dharmajaya-saat-wawancara-khusus-di-studio-tribun-medan_.jpg)