Pakpak Bharat
PERINGATI Hari Pelleng Nasional 10 Oktober, Pjs Bupati Pakpak Bharat Nikmati Makanan Khas Pakpak
Dalam rangka memperingati Hari Pelleng Nasional (makanan khas Pakpak) yang jatuh pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya.
TRIBUN-MEDAN.COM - Pjs. Bupati Pakpak Bharat Dr Naslindo Sirait tampak menikmati makanan khas Pakpak, yaitu pelleng.
Hal itu saat mengikuti acara Mangan Pelleng di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pakpak Bharat dalam rangka memperingati "Hari Pelleng Nasional" yang jatuh pada hari ini Kamis (10/10/2024).
PJs Bupati Naslindo Sirait pun bangga dengan warisan budaya ini.
Naslindo Sirait berharap, di tahun-tahun mendatang, acara memperingati Hari Pelleng Nasional ini harus dilakukan dengan besar, karena ini merupakan suatu kebanggaan bagi suku Pakpak dan Provinsi Sumatera Utara.
"Ini luar biasa kegiatan kita hari ini, pelleng ini, kita punya satu warisan budaya, saya mohon tahun depan kegiatan ini dibuat sebagai sebuah acara yang besar, melibatkan masyarakat, sampai kecamatan dan desa, jamnya ditentukan, dibuatkan ramai, karena ini sudah diakui secara Nasional, supaya semakin dikenal, sebagai warisan budaya yang diakui Nasional,"ujarnya.
"Saya biasa makan jam 12.00, tapi karena adanya pelleng ini, saya batalkan puasa saya. Ini pertama kali saya makan pelleng, ucap Naslindo Sirait kemudian.
Diperingati Setiap 10 Oktober
Pelleng sebagai salah satu masakan khas dari tanah Pakpak telah diakui sebagai salah satu warisan budaya takbenda oleh Pemerintah RI.
Setiap tanggal 10 Oktober sejak tahun 2022 lalu diperingati sebagai Hari Pelleng Nasional.
Pelleng, makanan khas yang banyak disajikan dalam setiap perjamuan oleh masyarakat Pakpak telah memang memiliki cita rasa yang khas, kaya bumbu dan cocok bagi kalangan pecinta kuliner.
Bupati Franc Bernhard Tumanggor pada tahun 2022 lalu menyebutkan bahwa agenda rutin (Hari Pelleng Nasional) ini diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas setiap tahunnya.
Kegiatan ini sangat khas dan menarik, yang menampilkan kreativitas masyarakat Pakpak Bharat dan inovasi para pencinta seni budaya Pakpak.
Di era pemerintahan Franc Bernhard Tumanggor, beberapa warisan budaya dan juga hasil produk pertanian Pakpak Bharat telah mendapat pengakuan dari pemerintah Republik Indonesia.
Warisan budaya makanan khas Pelleng dan Genderang Sisibah (alat musik tradisional Pakpak) mendapatkan pengakuan RI melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan. Hal itu pun diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Hari Pelleng Nasional.
“Upaya-upaya ini mesti terus kita tingkatkan dan selaku orang Pakpak dan suku lainnya yang tinggal di tanah Pakpak agar selalu berperan aktif untuk menjaga dan melestarikan Budaya Pakpak,"kata Franc Bernhard kala itu.
Pemkab Pakpak Bharat di bawah kepemimpinan Franc Bernhard Tumanggor juga melakukan pemugaran cagar budaya seperti mejan,rumah adat, objek budaya, pemugaran ritual-ritual budaya dan kerja-kerja adat.
| MTQ Siempat Rube: Merajut Harmoni Lewat Kalam Ilahi |
|
|---|
| MTQ Kecamatan Kerajaan 2026: Ajang Amal dan Pencetak Generasi Qur’ani |
|
|---|
| Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara: Simbol Kebersamaan dan Iman yang Diperbarui |
|
|---|
| Seminar Parenting Day SMP N 1 Salak: Sinergi Sekolah dan Orang Tua |
|
|---|
| Bupati Franc ke Kementerian Pertanian: Dorong Hilirisasi Gambir dan Ketahanan Pangan Pakpak Bharat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Makanan-khas-Pakpak-pelleng-dirayakan.jpg)