Berita Viral
PDIP Pecat Kadernya Baru Dilantik Jadi DPRD Gegara Tak Dukung Calon Kepala Daerah Usungan Partainya
PDIP menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Sumut setelah Golkar berdasarkan Pemilu 2024. PDIP meraih 21 kursi di DPRD Sumut
TRIBUN-MEDAN.COM - Sebanyak 99 dari 100 anggota DPRD Sumut periode 2024-2029 resmi dilantik di Kantor DPRD Sumut pada Selasa (17/9/2024) lalu. Satu anggota DPRD Sumut dari dapil 1 asal Partai NasDem tidak dilantik. Hal itu karena masih ada gugatan di PTUN Medan.
Dari 99 anggota DPRD Sumut periode 2024-2029 yang dilantik itu, sebanyak 49 orang merupakan petahana.
Sedangkan 50 lainnya merupakan anggota DPRD Sumut yang baru.
Partai Golkar keluar sebagai partai peraih kursi terbanyak, yakni 22 kursi.
Disusul PDIP dengan 21 kursi dan Gerindra 13 kursi.
NasDem sendiri di posisi keempat dengan 12 kursi, diikuti oleh PKS dengan 10 kursi.
PAN meraih 6 kursi di DPRD Sumut, disusul Hanura dan Demokrat masing-masing 5 kursi.
PKB sendiri memperoleh 4 kursi atau bertambah 2 kursi dari periode 2019-2024.
Sedangkan Perindo dan PPP masing-masing meraih 1 kursi.
PDIP Pecat Satu Kadernya yang Baru Dilantik Jadi DPRD Sumut Gegara Tak Mendukung Calon Kepala Daerah yang Diusung Partainya
PDIP Sumut mengkonfirmasi baru saja memecat salah satu kadernya yang juga merupakan anggota DPRD Sumut periode 2024-2029.
Hal itu disampaikan Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon dalam acara rapat cabang khusus DPC PDIP Medan yang berlangsung di Tiara Convention Medan, pada Sabtu (26/10/2024).
Namun Rapidin tidak menyebutkan identias anggota DPRD Sumut yang merupakan kader PDIP yang dipecat tersebut.
Hingga saat ini Tribun-Medan.com masih berusaha mencari sosoknya. Namun, masih nihil.
Ada dugaan PDIP melontarkan pernyataan ini, hanya sebagai gertak sambal semata.
"Itu hanya strategi melempar isu saja, agar anggota DPRD dari PDIP betul-betul fight mendukung calon kepala daerah yang diusung partai,"ujar sumber Tribun-Medan.com, Sabtu malam.
Rapat itu sendiri dihadiri ribuan kader PDIP dengan agenda pemenangan Pilkada Medan dan Sumut.
Rapat itu juga diikuti pentolan PDIP seperti Ketua DPP PDIP Yassona Laoly, Ketua tim pemenangan Pilkada DPP PDIP Adian Napitupulu dan para anggota DPR dan DPRD dari PDIP.
Rapidin mengatakan, surat pemecatan itu sudah dikeluarkan DPP PDIP dengan alasan tidak setia mendukung calon yang diusung PDIP di Pilkada.
"Saya menyampaikan, tadi pagi saya sudah dikirimkan surat dari DPP tentang pemecatan anggota DPRD yang baru terpilih karena berdua kaki," kata Rapidin.
Meski tak menyebtukan namanya, anggota DPR RI itu hanya mengatakan satu orang yang dipecat adalah anggota DPRD Sumut. "Sudah ada satu surat yang turun, satu orang anggota DPRD di Sumut sudah mendapat pemecatan dari DPP partai," kata Rapidin.
Rapidin mengatakan pemecatan itu adalah sikap tegas DPP PDIP kepada kadernya untuk memenangkan Pilkada yang akan berlangsung satu bulan lagi.
Dia meminta agar seluruh kader dan anggota DPRD dari PDIP membantu pemenangan Pilkada tanpa ragu.
"Saya bukan menakut nakuti, saya menyampaikan. Oleh karena itu, para anggota DPRD, harus berjuang maksimal seperti memperjuangkan diri anda waktu anda menjadi caleg,".
"Jadi, kenapa kita dikasih telinga dua, lubang hidung dua, mata dua, kaki dua , tangan dua, mulut cuman dikasih satu, supaya kita banyak bergerak, bisa banyak melihat, mendengar, tetapi bicara hanya sedikit," tuturnya.
PDIP menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak dari setelah Golkar berdasarkan Pemilu 2024.
PDIP memiliki 21 kursi di DPRD Sumut 2024-2029, yakni:
1. Hasyim
2. Landen Marbun
3. Meryl Rouli Saragih
4. Dameria Pangaribuan
5. Henry Dumanter
6. Sutarto
7. Delpin Barus
8. Faizal
9. Teyza Cimira Tisya
10. Darnedi Kurnia Santi
11. Syahrul Ependi Siregar
12. Yusnita Repi
13. Satika Simamora
14. Sorta Ertaty Siahaan
15. Pantur Banjarnahor
16. Franky Partogi Wijaya Sirait
17. Mangapul Purba
18. Alfriyansah Ujung
19. Sumihar Sagala
20. Jonatan Tarigan
21. Meriahta Sitepu
Hasyim Yakin Edy Rahmayadi Menang di Medan
Ketua DPC PDIP Medan Hasyim merasa yakin calon Gubernur Sumatera Utara yang diusung PDIP, Edy Rahmayadi akan menang di Medan melawan Bobby Nasution.
Hasyim mengatakan, Edy tak akan kalah melawan Bobby yang merupakan menantu mantan presiden Indonesia Jokowi.
"Kita akan menang melawan menantu Mulyono (Jokowi) sebesar 50 persen dan 50 persen kemenangan di Medan bisa kita capai untuk kemenangan Edy. Apakah semua rekan rekan siap? pasti kita menang putaran," kata Hasyim dalam acara papat kerja cabang khusus, DPC PDIP Medan, yang diikuti ribuan kader, Sabtu (26/10/2024).
Hasyim mengatakan, pribadi Edy lebih layak memimpin Sumut. Sebagai mantan prajurit dan Gubernur Sumut, Edy sebutnya tak seperti Bobby yang hanya mengandalkan kekuatan mertuanya.
"Edy Rahmayadi adalah prajurit sejati tunduk pada Saptamarga dan memegang teguh sumpah prajurit, dan yang terkenal tegas berpengalaman dan memiliki trek record yang mempuni. Kita perlu pemimpin yang pengalaman bukan pemimpin karbitan yg hanya menganggarkan mertua saja," kata Hasyim.
"Banyak catatan perjalanan edy menaikkan gaji honorer, beliau juga sukses pada pembangunan Infrastruktur pendidikan, dibuktikan dengan adanya sekolah baru tingkat SMA, dan SMK," lanjutnya.
Hasyim mengatakan, rapat kerja khusus cabang dilakukan untuk memantapkan pemenangan calon yang diusung PDIP pada Pilkada Medan dan Sumut.
Hasyim mengatakan, PDIP Medan saat ini terus melakukan kerja kerja pemenangan Pilkada. Termasuk mendukung Prof Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani dalam Pilwakot Medan.
Anggota DPRD Sumut itu mengatakan, 5 ribu kader PDIP Medan siap memenangkan Ridha dan Rani.
"Prof Ridha Dharmajaya sepanjang kita kenal dan dikenal orang adalah sosok akademisi dan taat beragama dan itu meyakinkan kita bahwa orang yang taat beragama mesti dia akan taat konstitusi, tidak serakah pada kekuasaan, dan tidak berupaya mengaitkan kekuasaannya dengan cara berlaga konstitusi, dan karna itu lah prof tidak akan berkhianat," tutup Hasyim.
Yassona Laoly Kritik Kinerja Bobby Nasution selama Jadi Wali Kota
Ketua DPP PDIP yang juga mantan menteri era presiden Jokowi, Yasonna Laoly mengkritik pembangunan kota Medan oleh Bobby Nasution. Ia mengatakan, persoalan banjir tidak kunjung terselesaikan, malah menurutnya, pembangunan yang dilakukan Bobby semrawut.
"Saat ini kita mencalonkan putra terbaik kota Medan, putra terbaik Sumut yang punya pengalaman dan prestasi. Lihat lah Medan sekarang, seperti apa dia, saya gak yakin warga kota Medan ini akan bisa menerima kenyataan seperti apa, semrawutnya kota Medan, banjir, pembangunan yang tidak selesai," kata Yassona saat hadir dalam Rapat Kerja Cabang Khusus DPC PDIP Medan di Tiara Convention Medan, Sabtu (26/10/2024).
Yasonna mengatakan besarnya dukungan pemerintah pusat tak membuat Bobby dapat membenahi Medan.
Dia mengatakan, Bobby adalah menantu mantan presiden Jokowi, atasnya selama menjabat Menteri Hukum dan HAM.
Yasonna juga menyinggung besarnya dukungan kepada Bobby Nasution sebagai calon Gubernur Sumatera Utara.
"Padahal apa yang kurang, kekuasaan di pusat ada, tapi pengelolaan keuangan itu, yang kita melihat banyak hal hal yang membuat kita miris, jangan percayakan lagi, kota Medan Sumut kembali ke tangan yang salah mengelola bangsa ini.
"Saya mau mengajak kita semua untuk merapatkan barisan, kader kader juang semua, bahwa pertarungan ini adalah pertarungan yang tidak mudah, bahwa kita melawan kekuatan yang besar khususnya di Sumut, menantu dari seorang mantan presiden, mantan bos saya," kata Yassona.
Kepada ribuan kader PDIP Medan, Yasonna mengajak agar bersungguh sungguh memenangkan Edy dan Hasan, serta calon walikota Medan, Ridha dan Rani.
Anggota DPR RI itu juga menyerukan agar kader PDIP mengawasi pelaksanaan Pilkada.
Kepada kader PDIP, Yasonna berpesan agar melawan dan melaporkan bila adanya penggunaan kekuasaan dalam memenangkan calon tertentu.
"Karena juga sampai sekarang kita mendapat informasi bahwa jaringan-jaringan yang digunakannya masih terus nampak secara jelas, untuk memenangkan sang menantu. Kalau ada yang melakukan kecurangan, pejabat negara, polisi, TNI atu siapa saja, laporkan, catat, dokumentasikan," kata Yassona.
(cr17/tribun-medan.com)
PDIP
Pecat kadernya anggota DPRD
pdip pecat kadernya
pdip pecat kader tak dukung kepala daerah
DPRD Sumut
21 Anggota DPRD Sumut dari PDIP
| KEINGINAN Wisuda 3 Bulan Lagi Pupus, Bagas Tewas Bersama Keluarga, Fotografer Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Kunker Ke-4 Prabowo ke Paris: Saya Instruksikan Sekolah di RI Ajarkan Bahasa Perancis |
|
|---|
| Senpi Diselundupkan Istri ke Lapas, Brigadir Anton Eks Polisi Todongkan Pistol Untuk Kabur |
|
|---|
| Siasat Licik Penipuan Travel Umroh Hanania, Perang Iran Dalih Pembatalan, Uang Jemaah Rp 60 M Lenyap |
|
|---|
| Modus Pelecehan Seksual Santriwati, Jumlah Korban Kiai AKF Bisa 20 Orang, Laporan Polisi Bertambah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-DPD-PDIP-Sumut-Rapidin-Simbolon-saat-hadir-dalam-acara-rapat-cabang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.