Kesehatan
Cara Mencegah Penyakit Gondongan yang Sering Menyerang Anak-anak
Cara mencegah penyakit gondongan dengan melakukan tindakan vaksin MMR (mums measles dan rubella). Vaksin ini direkomendasikan bagi anak usia 15 bulan
TRIBUN-MEDAN.COM,- Penyakit gondongan seringkali menyerang anak-anak yang imun tubuhnya lemah.
Adapun penyakit gondongan atau mumpus ini merupakan sebuah virus dari golongan paramyxovirus.
Virus ini dapat menular, dan menyerang kelenjar parotis (kelenjar ludah di dekat telinga).
Jika sudah terserang virus ini, maka bagian pipi dekat telinga penderitanya akan mengalami pembengkakan.
Baca juga: Kenali Apa Itu Gondongan, Penyakit Menular yang Sering Menjangkiti Anak Usia 2 hingga 12 Tahun
Dalam kondisi ini, anak sering mengerang kesakitan.
Sebab, penyakit gondongan dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak aman.
Lantas, bagaimana cara mencegah penyakit gondongan ini?
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cara mencegah penyakit gondongan bisa dilakukan dengan cara vaksin MMR (mums measles dan rubella).
Vaksin MMR ini dapat melindungi anak dari penyakit campak, cacar air, rubella, dan juga gondongan.
Vaksin MMR bukan cuma efektif melindungi dari penularan penyakit, tapi juga mencegah komplikasi.
Baca juga: Apa Itu Pcare BPJS, Simak Cara Loginnya dengan Mudah
Vaksin ini direkomendasikan untuk digunakan pada anak-anak berusia 15 bulan hingga 18 bulan melalui suntikan sebanyak dua kali.
Mayoritas penderita gondongan dapat sembuh sendiri, tapi penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi berat, termasuk peradangan pada testis hingga peradangan pada otak.
Oleh karenanya, vaksinasi MMR penting dilakukan.
Di negara-negara yang cakupan vaksinasinya bagus, angka penyakit ini menurun drastis.
Selain vaksin MMR, hal yang perlu diperhatikan adalah soal kebersihan.
Baca juga: Apa Itu Psikosomatis, Keluhan Fisik yang Bisa Menyebabkan Tubuh Kaku
Dokter spesialis anak dan konsultan infeksi dan penyakit tropis anak, Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A(K) mengatakan, pencegahan gondongan bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Seperti mencuci tangan dan menutup mulut saat batuk atau bersin, juga penting dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus gondongan,” kata Anggraini.
Mengenai penularannya, lanjut Anggraini, bisa terjadi dengan cepat di banyak tempat, seperti tempat penitipan anak, sekolah, atau tempat banyak anak berkumpul dalam ruangan yang sama.
Penularan juga bisa dengan berbagi peralatan, dan berinteraksi dekat satu sama lain.
"Untuk itu, orang tua harus waspada terhadap gejala gondongan dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ada tanda-tanda infeksi," imbaunya.
Baca juga: Mengenal Imunisasi HPV, Perlindungan untuk Anak Perempuan dari Kanker Serviks
Lebih lanjut, Anggraini menjelaskan tanda-tanda gondongan.
Di antaranya adalah pembengkakan, nyeri di area pipi-rahang, hingga sulit membuka mulut.
Gejala lain berupa demam, lesu, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, dan gejala lain mirip flu.
Gejala biasanya muncul 16-18 hari setelah infeksi, tetapi periode ini dapat berkisar antara 12 dan 25 hari setelah infeksi.
Pada beberapa kasus, komplikasi gondongan bahkan sampai mengenai susunan saraf pusat (ensefalitis), pankreas (pancreatitis), hingga kehilangan pendengaran.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-gondongan-2.jpg)