Berita Medan

Personel Armed 2/105 KS Rupanya 3 Kali Serang Warga Sibiru-biru Sambil Bawa Sajam

Mengendarai sepeda motor knalpot tidak sesuai standar, bawa senjata tajam dan balok mereka mulai menyisir jalan-jalan kecil pemukiman.

Tayang:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/HO
Suasana dari gerbang utama Batalyon Artileri Medan 2/105, di Jalan Besar Delitua - Sibiru-biru Senin (11/11/2024) siang. Imbas Personel Armed serang warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, hingga tewaskan 1 warga dan belasan luka-luka pada pelajar trauma sampai takut ke sekolah. 

Bahkan, dalam penyerangan ketiga ini, perajurit Angkatan Darat tersebut mengancam akan membakar rumah-rumah warga.

"Karena tidak berani lewat kemudian dia menelepon rekan-rekannya, berapa lama kemudian ratusan orang kembali datang ke sini untuk menjemput kawannya yang tadi,"ungkap Tony.

"Di sini, warung ini lah, ada yang dengar, mereka bilang, 'ku bakar kampung ini'. Jadi kami warga kan kalau mendengar kabar dibakar, dengan kedatangan brutal aja pun kami udah trauma apa lagi dengan kata kata dibakar,"sambungnya.

Salah Sasaran Hingga Dugaan Awal Pemicu Keributan

Tony menjelaskan, prajurit Kodam I Bukit Barisan yang menyerang warga Desa Selamat salah sasaran.

Dari informasi yang didapatnya, Jumat 9 November sore ada dua anggota TNI sedang mengisi BBM bersamaan dengan sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor.

Sekelompok pemuda dikabarkan mau ke rumah rekannya yang ada di Kecamatan Patumbak mengadakan acara kecil-kecilan karena baru pulang merantau dari Jepang.

Rupanya, saat dua TNI dan pemuda sama-sama ke arah Kecamatan Patumbak, personel TNI sempat menegur para pemuda karena ugal-ugalan.

Sekelompok pemuda ini salah satunya disebut bernama Dewa, warga kampung sebelah dari Desa Selamat.

Karena ditegur, mereka kembali ke SPBU, tempat sebagian kawannya masih menunggu yang lainnya.

Disinilah mereka disebut mengadu kalau mereka ditegur oleh personel TNI karena caranya membawa sepeda motor dan suara kendaraan yang bising.

Setelah itulah sekelompok pemuda yang mau ke rumah kawannya jadi terlibat cekcok dengan dua personel TNI.

Salah satu pemuda, disebut bernama Dewa diduga sempat menantang dua prajurit tersebut dan mengaku sebagai preman di Desa Selamat atau biasa disebut Pasar 9.

Namun personel TNI tersebut mundur karena kalah jumlah.

"Mencari si Dewa karena si Dewa ini bilang kalau dia ini nggak takut sama TNI ini dan dia preman di pasar 9. Dia menyebut pasar 9 karena kan kawasan kita ini masuk ke pasar 9."

(Cr25/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved