Berita Viral
SOSOK Abu Mohammed al-Jawlani Berhasil Gulingkan Rezim Bashar Al Assad, Kini Israel Serbu Suriah
Pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Abu Mohammed al-Jawlani, menyampaikan pidato di Damaskus pada 8 Desember 2024.
Video yang diverifikasi oleh kantor berita AFP menunjukkan warga Suriah bergegas untuk melihat apakah kerabat mereka termasuk di antara mereka yang dibebaskan dari Saydnaya, tempat ribuan pendukung oposisi dikatakan telah disiksa dan dieksekusi di bawah rezim Assad.
Sebelumnya, Kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) telah menguasai Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah, melalui serangan mendadak yang dipimpin oleh Abu Mohammed al-Jawlani (Abu Mohammed al-Golani).
Al-Jawlani adalah sosok yang pernah membelot dari al-Qaeda dan ISIS. Dia juga dikenal sebagai pemimpin kelompok penentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Abu Mohammed al-Jawlani, yang dituduh sebagai pelanggar hak asasi manusia, memimpin HTS, yang merupakan jaringan al-Qaeda dan telah dilabeli sebagai organisasi teroris oleh banyak negara.
Dulunya, pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah sebesar $10 juta (sekitar Rp158 miliar) bagi siapa saja yang dapat menangkapnya.
Dikutip dari BBC, identitas asli al-Jawlani menjadi perdebatan. Dalam wawancara dengan PBS, ia mengaku bernama asli Ahmed al-Sharaa, lahir di Riyadh, Arab Saudi, dan dibesarkan di Damaskus, Suriah.
Namun, laporan lain menyebutkan bahwa ia mungkin lahir di Deir ez-Zor, Suriah Timur, dengan rentang tahun kelahiran yang berbeda-beda, antara 1975 hingga 1981.
Karier Militer dan Kepemimpinan HTS
Al-Jawlani bergabung dengan al-Qaeda di Irak setelah invasi militer koalisi yang dipimpin AS pada 2003.
Ia ditangkap oleh pasukan AS pada 2010 dan dipenjara di Camp Bucca, di mana ia bertemu dengan berbagai kombatan militan.
Setelah dibebaskan, ia menjadi komandan kelompok bersenjata Nusra, yang terafiliasi dengan ISIS, sebelum memutuskan hubungan dengan ISIS pada 2013 dan beralih ke al-Qaeda.
Pada 2017, al-Jawlani menggabungkan berbagai kelompok milisi di Suriah untuk membentuk Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan menjabat sebagai pemimpin.
Di bawah kepemimpinannya, HTS menjadi kelompok dominan di wilayah Idlib dan sekitarnya, yang kini dihuni sekitar empat juta jiwa akibat arus pengungsi.
Sebelum masa peperangan, sekitar 2,7 juta warga tinggal di wilayah itu. Sejumlah pihak memperkirakan penduduk di daerah tersebut bertambah menjadi sekitar empat juta jiwa lantaran arus masuk pengungsi.
Kelompok al-Jawlani menguasai "Pemerintahan Keselamatan" yang bertindak layaknya otoritas lokal di Provinsi Idlib dengan memberikan layanan kesehatan, pendidikan, serta keamanan.
Pada 2021, al-Jawlani berkata media PBS bahwa pihaknya tidak mengikuti strategi jihad global ala al-Qaeda, melainkan fokus pada upaya menjungkalkan Presiden al-Assad.
| Sosok Hasan Anggota DPRD Kejar Pendemo, Ungkap Soal Ancaman Banting hingga Bakar Ban |
|
|---|
| KRONOLOGI Oknum Polisi di Polres Pasangkayu Paksa Anak di Bawah Umur Minum Miras, Korban Trauma |
|
|---|
| REZEKI Bu Atun Dapat Rp 25 Juta dari Dedi Mulyadi Setelah Tak Laporkan Murid yang Mengoloknya |
|
|---|
| Nasib Anggota DPRD Cirebon Diduga Selingkuh dengan Istri Kepala Desa, Kini Diperiksa |
|
|---|
| Inara Rusli Tak Menyesal Nikah Siri dengan Insanul: Aku Tetap Bangga Sama Perbuatanku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemimpin-Kelompok-HTS-di-Suriah-Abu-Mohammed-al-Jawlani.jpg)