Berita Viral
SOSOK Abu Mohammed al-Jawlani Berhasil Gulingkan Rezim Bashar Al Assad, Kini Israel Serbu Suriah
Pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Abu Mohammed al-Jawlani, menyampaikan pidato di Damaskus pada 8 Desember 2024.
AS dan negara-negara Barat pun memiliki tujuan yang sama dengan dirinya. "Wilayah ini tidak merepresentasikan ancaman keamanan kepada Eropa dan Amerika," katanya.
HTS diketahui menegakkan hukum Islam di wilayah kendalinya, tetapi dengan cara yang lebih longgar dibanding kelompok-kelompok jihad lainnya. Kelompok tersebut juga secara terbuka menjalin hubungan dengan komunitas Kristen dan kelompok non-Muslim lain.
Hal ini membuat HTS sempat dikritik kelompok jihad lain karena dianggap terlalu moderat. Sementara itu, organisasi HAM menuduh HTS melakukan penindasan terhadap aksi protes dan telah melakukan pelanggaran HAM. Namun al-Jawlani membantah tuduhan ini. HTS dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh sejumlah negara Eropa, Timur Tengah, serta Dewan Keamanan PBB.
Israel Serbu Suriah, Rebut Sebagian Wilayah
Dalam kesempatan sama, Israel dilaporkan telah menguasai buffer zone atau zona penyangga di Dataran Tinggi Golan bagian dari teritori Suriah usai ditinggalkan oleh pasukan militer Presiden Bashar Al Assad.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu juga telah memerintahkan militernya untuk merebut kembali wilayah tersebut usai ditinggalkan oleh pasukan Suriah.
Pasukan Suriah meninggalkan Dataran Tinggi Golan sejak rezim Bashar Al Assad digulingkan pemberontak pada Minggu (8/12) kemarin.
Gunung Hermon tempat Yesus bertransfigura saat naik ke puncak gunung bersama muridnya; Petrus, Yakobus, dan Yohanes, telah dikuasai sepenuhnya oleh militer Isreal.
Semua pangkalan militer Suriah telah dihancurkan angkatan udara Israel. Hal itu agar senjata Suriah tidak jatuh ke tangan pemberontak.
Meski sudah menguasai Dataran Tinggi Golan, Israel tetap mengizinkan warga Suriah yang ada di sana untuk tetap tinggal.
Dataran Tinggi Golan sendiri merupakan salah satu "daerah penyangga" Israel yang ditetapkan melalui perjanjian gencatan senjata dengan Suriah pada 1974.
Israel kembali merebut daerah ini agar pasukan Suriah tidak mengganggu daerah perbatasan mereka. Sebab, Dataran Tinggi Golan ini terletak di daerah perbatasan Israel, Suriah, Yordania, dan Lebanon. "Kami tidak akan membiarkan kekuatan musuh mana pun muncul di perbatasan kami," kata Netanyahu dilansir Al Jazeera.
Israel sendiri sebetulnya sudah menguasai Dataran Tinggi Golan sejak 1967. Saat itu, banyak negara yang mengecam tindakan tersebut karena dianggap ilegal. Namun, Amerika Serikat punya respons berbeda.
Sebagai salah satu negara sekutu Israel, Negeri Paman Sam tetap mendukung pendudukan tersebut meski dianggap ilegal oleh beberapa negara di dunia.
(*/Tribun-medan.com/Tribunnews.com/BBC)
| Sosok Hasan Anggota DPRD Kejar Pendemo, Ungkap Soal Ancaman Banting hingga Bakar Ban |
|
|---|
| KRONOLOGI Oknum Polisi di Polres Pasangkayu Paksa Anak di Bawah Umur Minum Miras, Korban Trauma |
|
|---|
| REZEKI Bu Atun Dapat Rp 25 Juta dari Dedi Mulyadi Setelah Tak Laporkan Murid yang Mengoloknya |
|
|---|
| Nasib Anggota DPRD Cirebon Diduga Selingkuh dengan Istri Kepala Desa, Kini Diperiksa |
|
|---|
| Inara Rusli Tak Menyesal Nikah Siri dengan Insanul: Aku Tetap Bangga Sama Perbuatanku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemimpin-Kelompok-HTS-di-Suriah-Abu-Mohammed-al-Jawlani.jpg)