Berita Viral

SERTU Hendri Diburu: Pecatan TNI, Sandera dan Tembak Anggota Subdenpom, Pernah Merampok dan Menipu

Perburuan Sertu Hendri di Bangka Belitung: Pecatan TNI, Sandera dan Tembak Anggota Subdenpom, Pernah Merampok dan Menipu.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
istimewa
Sertu Hendri, desersi atau pecatan TNI AD yang kini menjadi DPO. (istimewa) 

Bahkan, Hendri kini terjerat kasus baru yakni penembakan prajurit TNI yang hendak menyergapnya.

Kronologi Penembakan Anggota Subdenpom

Peristiwa penembakan itu berawal saat personil Subdenpom Persiapan Belitung yang dipimpin Letda Cpm M Jaka Budi Utama mendatangi kontrakan pelaku di Jalan Kamboja, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung,  Senin pukul 00.32 WIB dini hari. 

Setibanya di lokasi dengan strategi, rombongan tujuh orang mulai mengetuk pintu.

Awalnya, pelaku tidak mau membuka pintu dan menanyakan identitas rombongan.

Setelah itu, tiba-tiba, pelaku mematikan lampu dan mulai keluar rumah dengan mengacungkan senjata api. 

"Dia menodongkan senjata kepada personel termasuk saya. Waktu itu yang berhadapan langsung ada saya, Pratu Aditya, dan kami berlindung di belakang mobil," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Hariyanto, Rabu (15/1/2025), dikutip dari Tribunnews.com.

Saat itu, personel sempat memberikan tembakan peringatan, tapi tak dihiraukan pelaku. 

Di saat situasi genting, Serma Randi yang berada di samping rumah muncul dan meminta pelaku menyerah, tanpa membawa senjata apapun.

Mengetahui Serma Rendi tak membawa senjata, pelaku kemudian mengejar dan menjadikannya sandera. 

Melihat situasi yang terjadi, kata Hariyanto, pihaknya pun mundur demi keselamatan Serma Rendi yang saat itu dalam posisi terancam.

"Karena alasan keselamatan anggota, saya memutuskan mundur," jelasnya. 

Lalu, kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri dengan menjadikan Serma Rendi sebagai sopir. Karena jarak kendaraan rombongan agak jauh, mereka kehilangan jejak ketika melakukan pengejaran. 

Ketika sedang mencari pelaku, sekitar pukul 01.30 WIB, pihak polisi militer mendapatkan informasi Serma Rendi sudah di rumah sakit akibat luka tembak.

Serma Rendi disebutkan dibawa oleh pengurus pondok pesantren yang pertama kali dituju pelaku.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved