Sumut Terkini

ASN Dinas PPPA Diduga Siksa Anak Pakai Air Panas, Ternyata Sosok Ipar Pj Bupati, DPRD Angkat Bicara

Viral, oknum ASN di Dinas PPPA berinisial FDSH disebut sengaja menyiram air panas ke bagian paha anak berumur 10 tahun karena emosi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN/INSTAGRAM/ISTIMEWA
Kolase anggota Komisi E (Meryl Saragih dan Dewi Fitriana) dan ASN Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan DAN Anak (PPPA) Pemrov Sumut, FDSH terduga pelaku penganiayaan anak. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Viral di media sosial oknum ASN Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Pemprov Sumut, FDSH menyiksa anaknya, disiram air panas. Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut) buka suara atas kasus penganiayaan anak yang diduga dilakukan ASN tersebut. 

FDSH disebut sengaja menyiram air panas ke bagian paha anak berumur 10 tahun karena emosi.

Akibatnya, bagian paha anak tersebut terbakar atau melepuh, hingga trauma. 

PENGANIAYAAN ANAK - ASN Pemprov Sumut terduga pelaku penganiayaan anak tiri dengan menyiram air panas viral di media sosial, Senin (10/2/2025). Anak tersebut mengalami luka bakar, kulitnya terkelupas di bagian paha. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 21 Januari 2025 saat pelaku hendak pergi bekerja.
PENGANIAYAAN ANAK - ASN Pemprov Sumut terduga pelaku penganiayaan anak tiri dengan menyiram air panas viral di media sosial, Senin (10/2/2025). Anak tersebut mengalami luka bakar, kulitnya terkelupas di bagian paha. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 21 Januari 2025 saat pelaku hendak pergi bekerja. (FACEBOOK Dede S Siregar)

Meryl Rouli Saragih anggota Komisi E, menyampaikan empati dan rasa prihatin atas dugaan penganiayaan terhadap anak oleh ASN Pemprov Sumut. Sebagai perempuan dia sangat tidak dapat diterima, apalagi pelaku adalah ASN Dinas PPPA Pemprov Sumut. 

"Saya mendesak agar pihak berwenang, termasuk kepolisian dan Dinas PPPA segera mengusut tuntas kasus ini dan mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan hukum," katanya, Senin (10/2/2025) 

Politisi PDI-Perjuangan ini mengatakan, perlindungan anak merupakan prioritas utama. Dan setiap bentuk kekerasan terhadap anak harus mendapat perhatian serius serta sanksi yang setimpal. 

"Kita akan memastikan standar etik dan profesionalisme dalam pelayanan publik ditegakkan. Kita tidak ingin kejadian serupa terulang," ungkapnya

Meryl pun menyerukan elemen masyarakat untuk mendukung proses hukum. Serta memberikan perhatian penuh kepada hak anak sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi. 

Terpisah, anggota Komisi E, Dewi Fitriana mengaku kecewa terhadap sikap ASN Dinas PPPA melakukan tindakan penganiayaan anak. Kejadian ini jadi catatan buruk, mengingat pelaku dinas di bidang yang seharusnya melindungi anak dan perempuan. 

"Pastinya akan kita panggil yang bersangkutan, Saya kecewa karena Dinas PPPA tidak cepat respon untuk kasus ini, Karena seharusnya dinas PPPA segera memanggil dan menegur yang ibunya," kata Dewi. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendorong Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Agus Fatoni agar memberikan sanksi tegas terhadap ASN tersebut.

FDSH dinilai tidak mencerminkan etika perilaku kedinasannya. 

"Kita dorong dipecat saja, biar tidak jadi contoh buruk bagi yang lain, masa di dinas perlindungan anak malah menyakiti anak," katanya. 

Hasil penelusuran lebih lanjut, kabarnya FDSH merupakan saudara ipar Pj Bupati Padang Lawas Utara, Patuan Hasibuan. Saat ini korban dirawat ayahnya Dede S Siregar. 

Kadis PPPA Pemprov Sumut, Sri dikonfirmasi belum bisa dihubungi. Dilayangkan pesan WhatsApp juga tidak merespon. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved