Sumut Terkini
Kepala BNNP Sebut 10 Persen Warga Sumut Pengguna Narkoba, Ini Respons Bobby Nasution
Menurut Tatar, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Brigjen Pol Tatar Nugroho, mengungkapkan bahwa Sumatera Utara masih menempati peringkat pertama secara nasional dalam jumlah pengguna narkoba.
Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba di Sumut kini tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga telah merambah hingga ke wilayah pedesaan.
Menurut Tatar, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut.
"Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen yang menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa," ujar Tatar, Rabu (3/6/2026).
Ia mengatakan, salah satu faktor utama adalah kondisi geografis Sumut yang menjadi jalur masuk peredaran narkoba.
"Wilayah Sumut juga diapit sejumlah titik rawan di bagian selatan yang menjadi pintu masuk penyelundupan narkoba," katanya.
Tatar menambahkan, pada 2025 penyalahgunaan narkoba masih didominasi kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 45 tahun. Namun saat ini tren tersebut mulai bergeser dan menyasar anak-anak usia sekolah.
Ia juga mengakui masih adanya keterbatasan anggaran dalam upaya pemberantasan narkoba.
"Meski begitu, kami tetap fokus menekan peredaran narkoba di pintu-pintu masuk utama serta wilayah pedesaan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan siap membantu BNNP Sumut dalam mengatasi keterbatasan anggaran.
"Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba," tegas Bobby.
Bobby juga mengajak BNNP Sumut memperkuat kolaborasi dan melakukan intervensi terpusat untuk memberantas peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara.
"Pada pertemuan ini, saya ingin adanya kolaborasi kuat dalam penuntasan narkoba. Saya minta kita lakukan intervensi secara terpusat, khususnya difokuskan pada beberapa daerah yang menjadi titik masuk utama dan pusat peredaran narkoba," ujarnya.
Menurut Bobby, masih terdapat kendala di tingkat provinsi, terutama keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus dalam penanganan narkoba secara masif.
"Saya khawatir terhadap masa depan generasi muda di Sumut. Narkoba kini semakin mudah diakses karena harganya makin terjangkau dan telah menyasar usia muda," katanya.
| Mantan Kepala BPHL Dituntut 2 Tahun Penjara, Beri Izin Penebangan Kayu Milik Pemerintah |
|
|---|
| Masyarakat Tanjungbalai Keluhkan Sulitnya Gas 3 Kg, Pemko Sidak ke Gudang |
|
|---|
| Petani Asal Karo Dibunuh Hingga Dibuang ke Pancurbatu, Polres Karo Amankan Dua Pria |
|
|---|
| IRT Jadi Bandar Narkoba di Asahan, Simpan Sabusabu di Penyaring Air Kamar Mandi |
|
|---|
| Viral Siswa Diangkut Truk saat Ujian TKA di Tapsel karena Tanggul Jebol, Begini Kata Dinas SDA Sumut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-alat-alat-dan-penggunaan-narkoba-Gubernur.jpg)