Breaking News

Polres Simalungun

Doa Tuan Guru Batak, Senyum Anak Yatim, dan Hangatnya Silaturahmi Bersama Polres Simalungun

Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala, Bupati, dan Wakil Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim di Pendopo Rumah Dinas.

|
Editor: Arjuna Bakkara
IST
Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala, Bupati, dan Wakil Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim di Pendopo Rumah Dinas, Senin (3/3/2025). Di tengah suasana Ramadan, doa Tuan Guru Batak mengalun, menguatkan ikatan silaturahmi yang terjalin di antara pemimpin dan rakyatnya. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIMALUNGUN-Senja di Pendopo Rumah Dinas Bupati Simalungun terasa berbeda, Senin (3/3/2025).

Di bawah langit yang mulai meredup, lantunan ayat suci menggema, membawa ketenangan bagi ratusan undangan yang hadir.

Di tengah keramaian itu, Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Syakban El Rahmani Rajagukguk Ma. duduk dengan khidmat, bersiap menyampaikan tausiyahnya tentang makna kebersamaan di bulan suci.

Di barisan depan, anak-anak yatim menunggu dengan antusias. Senyum mereka menghangatkan suasana, terutama saat Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, dan Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala menyerahkan santunan.

Malam itu, bukan sekadar bantuan yang diberikan, tetapi juga harapan bahwa mereka tidak sendiri.

"Ramadan adalah bulan berbagi, bulan mempererat persaudaraan. Mari kita jaga kebersamaan ini untuk Simalungun yang lebih baik," ujar Kapolres melalui Kasi Humas AKP Verry Purba.

Saat azan maghrib berkumandang, semua larut dalam doa. Hidangan berbuka dibagikan, tak ada sekat antara pemimpin dan rakyatnya.

Anak-anak yatim, pejabat, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan duduk bersila dalam satu barisan, merasakan kehangatan buka puasa bersama.

Malam ditutup dengan tausiyah penuh makna dari Tuan Guru Batak.

"Silaturahmi ini adalah berkah. Sebagaimana doa anak yatim tak tertolak, semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi Simalungun," ujarnya dengan suara lembut.

Di bawah rembulan yang mulai bersinar, satu pesan tersisa di hati semua yang hadir, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang berbagi, merangkul, dan membangun kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.(Jun-tribun-medan.com).

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved