Berita Viral

Sosok Waitatiri Mahasiswi Indonesia yang Bikin Kagum, Bukunya Jadi Bahan Ajar di Harvard University

Mahasiswi bernama Waitatiri menjadi sorotan sebab karyanya menjadi bahan ajar di Harvard University. 

Tayang:
ISTIMEWA
KARYA BUKU - Mahasiswa Indonesia, Waitatiri dan buku yang ditulisnya sebagai bahan ajar di Harvard. Ia menjadi sorotan hingga viral di media sosial, Minggu (16/3/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Mahasiswi bernama Waitatiri menjadi sorotan sebab karyanya menjadi bahan ajar di Harvard University

Sosok Waitatiri pun viral di media sosial. 

Waitatiri merupakan alumni Universitas Indonesia yang mendapatkan beasiswa LPDP di Harvard University.

Alumni UI ini beberapa waktu belakangan mendapat sorotan masyarakat karena buku karyanya mengenai bullying dijadikan bahan ajar di Harvard University.

Waitatiri yang akrab dipanggil Wai ini mengangkat isu bullying pada anak-anak melalui bukunya.

Buku Waitatiri yang berjudul The Missing Colors merupakan buku bergambar yang menceritakan perjalanan anak yang mendapat bullying di sekolah hingga kembali bangkit.

Buku yang dijadikan bahan ajar di Harvard ini menggunakan perumpamaan warna-warna untuk menggambarkan emosi yang dirasakan penyintas bullying.

Wai mendalami isu bullying ini selama mengambil studi S2 di Harvard University.

Mengapa Wai memiliki semangat edukasi dan mendalami isu bullying?

Waitatiri merupakan alumni Sastra Jerman di Universitas Indonesia yang melanjutkan pendidikan enam tahun setelahnya di Harvard University.

Melalui beasiswa LPDP, Wai menempuh pendidikan S2 di jurusan Learning Design, Information and Technology.

Wai yang pernah menempuh karier profesional sebagai copywriter dan creative marketing ini memiliki semangat edukasi yang tinggi.

Baca juga: NASIB Yuventinus Siswa Kelas XI SMA yang Aniaya Guru Olahraga saat Mengajar Dikeluarkan dari Sekolah

Baca juga: 2 Pejabat Disdik Sumut Ditangkap Pungli Dana Operasional Sekolah di Batubara

Dilansir dari Kompas.com (16/3/2025), Wai memiliki ketertarikan di bidang edukasi sejak mengikuti mata kuliah pengajaran di Sastra Jerman.

Ia menyadari kesukaannya dalam berbagi dan mengajari orang lain mengenai hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui.

Pada 2020, Wai menginisiasi program donasi “PonselUntukSekolah”.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved