Karo Terkini
Sidang Pembunuhan Wartawan di Karo, Bebas Ginting dan Yunus Tarigan Divonis Pidana Seumur Hidup
Sidang kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Rico Sempurna Pasaribu seorang wartawan di Karo bersama tiga keluarganya.
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Sidang kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Rico Sempurna Pasaribu seorang wartawan di Karo bersama tiga keluarganya, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kabanjahe, Kamis (27/3/2025).
Pada sidang kali ini, beragendakan pembacaan putusan terhadap ketiga terdakwa yaitu Bebas Ginting alias Bulang, Yunus Syahputra Tarigan, dan Rudi Apri Sembiring.
Sama seperti sebelumnya, persidangan dilakukan secara terpisah dimana masing-masing terdakwa mendengarkan putusan secara bergantian.
Dari ketiga terdakwa, Rudi menjadi orang pertama yang mendengarkan putusan yang dibacakan oleh tim Majelis Hakim yang diketuai oleh Adil Matogu Frangky Simarmata ini.
Dari amar putusannya, Majelis Hakim melihat Rudi secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama.
Dimana, Rudi memiliki peran bersama Yunus Syahputra Tarigan membeli bahan bahar minyak untuk selanjutnya menyiramkan ke rumah Sempurna Pasaribu hingga membakarnya.
Atas perbuatannya, Majelis Hakim menjatuhkan vonis dengan pidana penjara selama 20 tahun.
"Memutuskan terdakwa yang telah sah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama dengan pasal 340 KUHP. Dengan menjatuhkan vonis terhadap terdakwa dengan pidana 20 tahun penjara," ujar Adil.
Sementara, dua terdakwa lainnya yaitu Bebas Ginting dan Yunus Syahputra Tarigan, Majelis hakim memberikan putusan yang lebih tinggi dibandingkan Rudi.
Dimana, kedua terdakwa terbukti secara sah merupakan orang yang memiliki niatan untuk melakukan perencanaan pembakaran rumah almarhum Sempurna Pasaribu hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Majelis hakim menilai perbuatan kedua terdakwa sangat sadis, dan juga selama persidangan terdakwa memberikan keterangan yang berbelit-belit.
"Menimbang bahwa perbuatan terdakwa sangat sadis, bukan hanya menghilangkan nyawa sempurna pasaribu saja, melainkan nyawa istri, anak dan cucunya. Dan menjatuhkan pidana penjara seumur hidup," ucap Hakim Anggota Arief Kurniawan.
Majelis hakim menyatakan perbuatan terdamwa sesuai dengan Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan secara berencana.
Bahkan, pada saat membacakan pertimbangan pemberian vonis, Majelis Hakim menilai kedua terdakwa tidak memiliki hal-hal yang meringankan.
57 Adegan pada Rekonstruksi Pembunuhan
Sebelumnya diberitakan, tiga pelaku pembunuhan terhadap wartawan Rico Sempurna beserta keluarganya menjalankan sebanyak 57 peran dalam rekonstruksi yang digelar Polda Sumut, Jumat (19/7/2024) lalu.
Dalam rekonstruksi yang digelar hingga malam itu ketiga pelaku berinisial B alias Bulang, YST dan RAS telah merencanakan aksi kejahatan dengan cara membakar rumah korban yang berada di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, pada 27 Juni 2024 dini hari lalu.
Sebelum membakar rumah korban, kedua pelaku YST dan RAS dengan mengendarai sepeda motor terlebih dahulu membeli BBM pertalite dan solar di warung Jalan Kuta Cane. Selanjutnya, BBM pertalite dan solar itu dicampur kemudian pelaku YST dan RAS membakar rumah korban.
Kasus pembakaran yang menewaskan korban Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya yang dilakukan YST dan RAS diketahui atas suruhan tersangka B alias Bulang.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan rekonstruksi yang digelar pada Pukul 14.00-20.00 WIB telah selesai dilaksanakan dan berjalan dengan baik.
"Ada 57 adegan mewarnai jalannya rekonstruksi dalam kasus pembakaran rumah wartawan tersebut," katanya usai rekonstruksi di lokasi kejadian.
Hadi mengungkapkan, tiga orang tersangka bersama lebih 15 saksi serta peran pengganti turut dihadirkan selama berjalannya reka ulang adegan rekonstruksi peristiwa pembakaran yang menewaskan Rico Sempurna Pasaribu beserta keluarganya.
"Rekonstruksi yang gelar berdasarkan Pasal 24 Ayat 3 Perkap 9 Tahun 2019 bahwa dalam hal menguji proses persesuaian para saksi atau tersangka sehingga penyidik maupun penyidik pembantu melakukan rekonstruksi," ungkapnya.
Mantan Kapolres Biak Papua ini menerangkan dalam perkara pembakaran yang menewaskan empat orang itu telah ditangkap tiga orang berinisial B alias Bulang, RAS dan YST dengan peran yang berbeda.
"Jadi rekonstruksi yang digelar ini salah satu teknik dalam metode pemeriksaan yang dilakukan penyidik dalam proses penyidikan tindak pidana dengan cara memperagakan kembali bagaimana cara tersangka melakukan tindak pidana, atau pengetahuan saksi yang tujuannya agar penyidik mendapatkan gambaran secara jelas," terangnya.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Gelora Ginting Unggul Sementara dalam Penilaian Kompetensi Seleksi Terbuka Sekda Karo |
![]() |
---|
Masuk Musim Pancaroba, Dinkes Karo Imbau Warga Tak Terpapar Langsung Perubahan Cuaca |
![]() |
---|
Maling Rumah di Karo Ditangkap, Pelaku Curi Dua Tabung Gas, Celengan dan Uang Tunai |
![]() |
---|
Libur Panjang HUT RI, Okupansi Hotel di Berastagi Capai 90 Persen |
![]() |
---|
Ninja Sawit Ditangkap Warga di Karo dan Diserahkan ke Polsek Mardingding , Pelaku Ambil 46 tandan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.