Berita Viral

SOSOK Soleh Darmawan, Pamit Kerja Berujung Tewas di Kamboja, Diduga Ginjalnya Diambil

Pilu sang putra meninggal mendadak, Diana terkejut saat melihat kondisi tubuh Soleh. Diana menemukan luka sobek di perut jenazah Soleh.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
TINGGAL NAMA - Diana (43), ibunda Soleh saat dijumpai di kediamannya di Jakasampurna, Bekasi Barat dan Saifullah (47) ayah Soleh (24), pemuda asal Jakasampurna, Kota Bekasi yang meninggal dunia usai dikabarkan kerja di Kamboja. Soleh Darmawan (24), pemuda asal Jatisampurna, Kota Bekasi pulang tinggal nama setelah bekerja di Kamboja. Curhat ibunda saat terima kabar buruk. 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok Soleh Darmawan, pamit kerja berujung tewas di Kamboja.

Keluarga curiga saat melihat jenazahnya.

Ada robekan di perutnya sehingga diduga ginjal Soleh diambil.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Wartawan di Karo, Bebas Ginting dan Yunus Tarigan Divonis Pidana Seumur Hidup

Sosok Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Soleh Darmawan belakangan tengah jadi sorotan lantaran meninggal dunia di Kamboja.

Kematian pemuda kelahiran 8 Februari 2001 itu disebut tak wajar karena meninggalkan teka-teki di baliknya.

Pasalnya Soleh Darmawan meninggal dua minggu setelah berangkat dari Indonesia.

Tak cuma itu, ibunda Soleh juga menemukan sederet kejanggalan sebelum kematian sang putra kesayangan.

Karenanya ibunda Soleh meminta agar putranya bisa mendapatkan keadilan.

Baca juga: Meriahkan HPMD, Komunitas Motor Honda Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci

Untuk diketahui, Soleh Darmawan awalnya bercerita ke ibunya, Diana bahwa ia hendak bekerja ke Thailand.

Soleh yang merupakan lulusan D3 Pariwisata jurusan Chef itu senang karena bakal bekerja menjadi koki di hotel.

Alhasil pada 18 Februari 2025 Soleh pun berpamitan kepada keluarganya di Bekasi dan berangkat menuju Thailand.

Diungkap Diana, Soleh mulanya ditawari pekerjaan oleh tetangga sekaligus teman rumahnya bernama Selly.

"Awalnya dia bilangnya pamit ke Thailand, kerjanya di hotel bikin roti. Diajak sama temannya Selly sama Ade, kerja di Thailand," ungkap Diana dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan tv one news, Kamis (27/3/2025).

TINGGAL NAMA - Diana (43), ibunda Soleh saat dijumpai di kediamannya di Jakasampurna, Bekasi Barat dan Saifullah (47) ayah Soleh (24), pemuda asal Jakasampurna, Kota Bekasi yang meninggal dunia usai dikabarkan kerja di Kamboja. Soleh Darmawan (24), pemuda asal Jatisampurna, Kota Bekasi pulang tinggal nama setelah bekerja di Kamboja. Curhat ibunda saat terima kabar buruk.
TINGGAL NAMA - Diana (43), ibunda Soleh saat dijumpai di kediamannya di Jakasampurna, Bekasi Barat dan Saifullah (47) ayah Soleh (24), pemuda asal Jakasampurna, Kota Bekasi yang meninggal dunia usai dikabarkan kerja di Kamboja. Soleh Darmawan (24), pemuda asal Jatisampurna, Kota Bekasi pulang tinggal nama setelah bekerja di Kamboja. Curhat ibunda saat terima kabar buruk. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Sebelum berangkat ke Thailand, Soleh sempat pamit ke ibunya hendak ke kawasan Tanjung Priok.

Kala itu Soleh mengaku ingin bertemu dengan orang yayasan Selly.

"(Kata korban) 'mak Soleh mau pergi ke orang yayasan'. (Kata Diana) 'ke mana?'. (Kata Soleh) ke Tanjung Priok sama kak Selly'. Selly tetangga sekaligus teman dia dia (Soleh). Pokoknya sebelum dia berangkat jarak dua hari sebelumnya," pungkas Diana.

Saat mendengar putranya bakal bekerja di Thailand, Diana sempat heran dengan berkas-berkasnya.

Kata Diana, tak ada surat permintaan izin dari orang tua seperti layaknya lowongan pekerjaan lain.

Baca juga: Honda Premium Matic Day Wujudkan Impian Rayakan Lebaran Bersama Skutik Impian

Namun saat itu Diana diyakini oleh Soleh bahwa gajinya bekerja di Thailand tiga kali lipat dari di Indonesia.

"Saya nanya kok enggak ada surat izin buat orang tua. Biasanya kalau kerja di mana-mana kan ada kertas, gajinya sekian, ini kok enggak ada. (Kata Soleh) 'diam-diam aja'. Dibilang gajinya gede, lumayan, tiga kali lipat (di Indonesia). Tapi enggak jelas (perusahaan apa)," imbuh Diana.

Kejanggalan Soleh di Thailand

Setelah sang putra berangkat ke Thailand, Diana sempat menaruh curiga sedikit demi sedikit.

Kecurigaan pertama adalah saat Diana mendengar nasihat dari Soleh untuknya.

Saat di Thailand, Soleh mengingatkan ibunya agar jangan mendengar omongan tetangga.

"Sempat telepon saya, pesan (Soleh) 'udah mak jangan kebanyakan pikiran, jangan dengerin kata orang'," kata Diana.

Kejanggalan kedua adalah Diana heran kenapa Soleh tak pernah memperlihatkan aktivitasnya bekerja di hotel.

Diana juga menangkap perangai aneh Soleh tiap kali video call dengannya.

Yakni Soleh selalu video call saat berada di dalam kamar dan di atas kasur.

"(Soleh selama di Thailand) Enggak pernah (merekam) aktivitas kerja, biasanya kalau bikin roti kan sambil bikin roti. Ini enggak, dia di atas kasur terus pakai selimut," ucap Diana.

Baca juga: KRONOLOGI Pemudik Ibu dan Anak Tewas Kecelakaan di Batanghari, Suami dan Satu Anaknya Lagi Dirawat

Hingga akhirnya dua minggu setelah Soleh berangkat ke Thailand, Diana dikabari oleh teman kamar putranya soal kondisi Soleh.

Saat itu gelagat Soleh tampak tak wajar yakni ia tidak lagi mengenali ibunya.

"Malamnya saya ditelepon jam setengah 10, sama teman satu kamar, katanya Soleh, video call saya ngelihat anak saya udah enggak kenal sama saya. Saya ditanya 'ibu ada si Soleh punya riwayat kejiwaan?'. Saya bilang enggak ada, anak saya berangkat itu posisi bisul aja itu juga udah pecah. Enggak ada (penyakit)," pungkas Diana.

Lalu pada 3 Maret 2025, Diana mendapatkan kabar bahwa Soleh meninggal dunia.

Selang satu minggu lebih kemudian, jenazah Soleh pun tiba di Indonesia pada 15 Maret 2025.

Selanjutnya di tanggal 16 Maret 2025, jenazah Soleh dimakamkan.

Pilu sang putra meninggal mendadak, Diana terkejut saat melihat kondisi tubuh Soleh.

Diana menemukan luka sobek di perut jenazah Soleh.

Baca juga: Di Penghujung Ramadan, Cahaya Kasih Kapolres Menyapa Puluhan Anak Yatim di Padangsidimpuan

Gara-gara hal tersebut, keluarga curiga ginjal Soleh telah diambil.

"Kayak sobekan di perutnya. Enggak tahu juga, orang ngomongnya ginjalnya diambil," kata Diana.

Atas kasus tersebut, Diana dan keluarga berencana untuk melaporkannya ke kepolisian.

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

(*/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved