Sumut Terkini
Polres Simalungun Selidiki Tambang Pasir di Dolok Panribuan, Diduga Beroperasi Seminggu Terakhir
Penyelidikan ini dilakukan menyusul adanya keluhan warga terkait aktivitas tersebut.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Simalungun melakukan penyelidikan terhadap dugaan kegiatan penambangan pasir ilegal di perbatasan Nagori Tiga Dolok dan Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.
Penyelidikan ini dilakukan menyusul adanya keluhan warga terkait aktivitas tersebut.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyampaikan bahwa pada Rabu (16/4/2025) pekan lalu, Unit II Opsnal Pidsus Sat Reskrim Polres Simalungun telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan langsung terhadap dugaan tambang ilegal tersebut.
"Penyelidikan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI dan adanya berita online di salah satu media mengenai polemik galian pasir di daerah tersebut, di mana Pangulu (kepala desa) dinilai tidak hadir untuk masyarakat," ujar AKP Verry Purba, Selasa (22/4/2025).
Tim penyelidik Sat Reskrim melakukan investigasi pada Senin (14/4/2025) sekitar pukul 13.30 WIB hingga selesai di pinggir sungai yang menjadi perbatasan antara Nagori Tiga Dolok dan Nagori Siatasan.
"Fokus kegiatan adalah melakukan penyelidikan terhadap galian C berupa tambang pasir yang diduga ilegal, yang menurut informasi awal dimiliki oleh persatuan masyarakat setempat," katanya.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, tim Sat Reskrim menemukan bekas galian pasir di lokasi tersebut.
Sayangnya, tidak menemukan adanya aktivitas penambangan yang sedang berlangsung. Tidak ditemukan juga kendaraan dump truck sebagai alat pengangkut material pasir di area tersebut.
"Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga pasir hasil galian tersebut hanya akan diantarkan apabila ada pemesanan dari panglong-panglong (tempat penampungan material bangunan) setempat," jelas AKP Verry Purba.
Informasi tambahan didapat dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi galian. Menurut keterangan warga, kegiatan galian pasir tersebut sudah tidak beroperasi selama satu minggu terakhir.
Namun demikian, tim penyelidik tetap akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal yang berlanjut.
Sebagai tindak lanjut dari penyelidikan ini, Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Herison Manulang, S.H., menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait status legalitas tambang pasir tersebut.
Polres Simalungun mengklaim siap melakukan penindakan apabila di kemudian hari ditemukan kegiatan tambang pasir ilegal di lokasi tersebut.
"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, baik di tingkat nagori maupun kecamatan, untuk memastikan semua aktivitas pertambangan di wilayah hukum Polres Simalungun memiliki izin yang sah. Jika ditemukan aktivitas ilegal, kami tidak akan segan untuk melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas AKP Herison Manulang.
Penyelidikan terhadap dugaan tambang pasir ilegal ini merupakan bagian dari upaya Polres Simalungun dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, khususnya terkait pemanfaatan sumber daya alam.
| Warga Patumbak Heboh, Ada Pria Tewas Tergeletak di Teras Rumah Warga, Diduga Sakit Lambung Akut |
|
|---|
| Pakai Uang Palsu untuk Rental Mobil, Richard Tampubolon Dijebloskan ke Penjara |
|
|---|
| Viral Video Selingkuh Oknum Polisi Tanjungbalai Beredar, Kapolres: Tidak Benar |
|
|---|
| Inovasi Pertanian, Pemkab Asahan Gunakan Drone |
|
|---|
| Awal Tahun Baru 2026, Jumlah Kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ajibata-Ambarita Membludak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TRIBUN-MEDAN-POLRES-SIMALUNGUN.jpg)