Berita Medan

Elit Kecamatan Polonia Diperiksa Pidsus Kejari Medan

Setelah diinvestigasi inspektorat berlanjut diproses oleh Aparat Penegak Hukum Kejari Medan. 

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DEDY
Sejumlah pejabat Kecamatan Polonia kena inspeksi mendadak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus dugaan korupsi penggunaan BBM petugas kebersihan se-Kecamatan Medan Polonia masuki babak baru.

Setelah diinvestigasi inspektorat berlanjut diproses oleh Aparat Penegak Hukum Kejari Medan

"Iya ada sudah diperiksa itu kasus yang Kecamatan Polonia. Ada camat, bendahara dan lainnya. Kalau camat baru dan camat lama saya gak tahu, yang pasti camat yang sekarang," kata Kasi Pidsus Kejari Medan, Ali Rizza, Senin (26/5/2025) ketika dijelaskan bahwa camat saat ini berstatus Pelaksana Harian. 

Wali Kota Medan, Rico Waas menyampaikan proses hukum kasus ini telah dilimpahkan ke aparat penegak hukum (APH), yakni Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

Artinya Rico Waas serius dengan penindakan indisiplin dan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan jajaran elit dan ASN Kecamatan Medan Polonia. 

"Sudah dilimpahkan ke APH yang polonia (dugaan korupsi BBM). Sudah kami jalankan ke sana," katanya. 

Rico memastikan bahwa proses hukum sudah berjalan.

Pemko Medan menyerahkan sepenuhnya jalannya proses hukum ditindaklanjuti oleh kepada penegak hukum Kejari Medan

Kasus ini mencuat setelah muncul dugaan bahwa alokasi BBM untuk operasional becak sampah tidak disalurkan kepada petugas kebersihan.

Ditaksir kerugian mencapai ratusan juta. 

Informasi dihimpun, awalnya Bendahara Camat Medan Polonia, Kindi Kurniawan, diperiksa Inspektorat sejak kasus dugaan korupsi BBM petugas kebersihan ini mencuat.

Selanjutnya camat ikut diperiksa atas dugaan keterlibatan dengan sejumlah ASN lainnya di Kecamatan Polonia

Plt Inspektur Daerah Kota Medan, Habibi Adhawiyah sebelumnya juga telah membenarkan pemeriksaan terhadap bendahara Kecamatan Medan Polonia meski masih enggan merinci apa saja yang menjadi poin-poin pendalaman kasus tersebut.

Habibi juga belum mau merinci apakah mantan camat, Irfan Asardi termasuk pejabat yang terlibat dalam dugaan korupsi ini.

Diketahui sebelumnya nasib para pekerja pengangkut sampah di Kecamatan Medan Polonia sangat memprihatinkan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved