TRIBUN WIKI

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Idul Adha Beserta Keutamaan dan Keistimewaannya

Bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah yakni Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala dan Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Panadol
BUKA PUASA- Ilustrasi buka puasa bersama keluarga di rumah. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Bagi Anda yang lupa akan bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah Idul Adha, tidak perlu khawatir.

Kami akan menyuguhkannya secara lengkap, baik dalam tulisan Arab beserta artinya.

Pada bulan Dzulhijjah, ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Beberapa diantara puasa sunnah itu ada puasa sunnah Dzulhijjah di tanggal 1 hingga tanggal 7.

Kemudian puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, yang pelaksanaan dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.

Nah, puasa sunnah pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah inilah yang disebut puasa Tarwiyah dan Arafah. 

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Sedangkan puasa Arafah, dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

SAHUR- Ilustrasi satu keluarga kecil tengah melaksanakan saahur bersama di rumah.
SAHUR- Ilustrasi satu keluarga kecil tengah melaksanakan saahur bersama di rumah. (Pinterest/afifa art)

Baca juga: Resep Dendeng Balado Daging Sapi, jadi Sajian Lezat di Momen Idul Adha

Baca juga: Niat Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah Beserta Cara Pelaksanaannya

Adapun 8 Dzulhijjah 1446 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu, 4 Juni 2025.

Sedangkan 9 Dzulhijjah 1446 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 5 Juni 2025. 

Baca juga: Hukum Menggabungkan Puasa Sunnah Syawal dengan Senin-Kamis Beserta Bacaan Niatnya

Keutamaan dari kedua puasa sunnah ini yakni selain mendapatkan pahala yang begitu besar, umat muslim yang melaksanakannya akan diampuni segala dosanya.

Kedua puasa ini diyakini mampu menghapuskan dosa-dosa yang telah kita buat selama ini.

Niat Puasa Tarwiyah

 نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Latin: 'Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”

Baca juga: Niat Puasa Sunnah Bulan Syawal atau Puasa 6 Setelah Idul Fitri

SAHUR- Ilustrasi sebuah keluarga melaksanakan sahur untuk melaksanakan puasa sunnah bulan Dzulhijjah.
SAHUR- Ilustrasi sebuah keluarga melaksanakan sahur untuk melaksanakan puasa sunnah bulan Dzulhijjah. (Pinterest)

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala.

Berikut tata cara puasa arafah dan puasa tarwiyah:

1. Membaca Niat

Sebelum melaksanakan puasa, alangkah baiknya untuk membaca niatnya terlebih dahulu.

Niat puasa Arafah sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum terbit fajar.

Namun, jika terlupa dan karena ini puasa sunah, maka boleh melafalkan niat di pagi harinya, setelah terbit fajar asal belum makan-apa atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Baca juga: Pahala Duduk dan Zikir di Waktu Fajar, Nilai Amalannya Setara Ibadah Haji dan Umrah

2. Makan Sahur

Jangan lupa untuk makan sahur, karena merupakan salah satu sunah puasa.

Jika dilakukan, maka akan mendapat keberkahan dan pahala.

Namun jika tidak dikerjakan, puasanya juga tetap sah.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Saat menunaikan puasa Arafah, alangkah baiknya untuk terus menjaga diri dari hal-hal yang bersifat membatalkan puasa.

Hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami istri dan lain sebagainya.

Menghindari hal-hal yang bisa membatalkan puasa dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau memasuki waktu Maghrib.

4. Berbuka Puasa

Sama seperti puasa wajib dan puasa sunah lainnya, saat memasuki waktu berbuka, yakni ketika matahari terbenam dan memasuki waktu sholat Magrib, segeralah berbuka puasa.

Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunah puasa.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

KEISTIMEWAAN PUASA TARWIYAH

1. Pengampunan dosa setahun sebelumnya.

Keutamaan dari melakukan puasa Tarwiyah sebelum Idul Adha dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.

Dijelaskan oleh ulama Malikiyah di kitab Al-Mausu'ah Al Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, kalau pahala puasa di hari Tarwiyah sama dengan puasa setahun penuh.

Ulama Malikiyah menyebut kalau puasa di hari arafah menghapus dosa setahun sebelumnya.

Baca juga: 7 Jenis Kambing yang Sering Dijadikan Hewan Kurban Idul Adha

2. Mendapatkan pahala seperti Nabi Ayyub.

Keutamaan lainnya adalah mendapatkan pahala seperti yang didapatkan Nabi Ayub seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah di kitab Nuzhah Al Majalis Wa Muntakhab Al-Nafais.

"Barangsiapa yang berpuasa pada hari Tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayyub alaihissalam atas musibahnya. Barangsiapa yang berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa alaihissalam."

3. Dicintai Allah SWT

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad berikut:

Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama bulan Zulhijah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.

Demikian artikel mengenai niat puasa 8 Dzulhijjaah 2024 Puasa Tarwiyah 1445 H Arab Latin, lengkap arti, keistimewaannya bagi yang mengamalkan.

Baca juga: 5 Ide Olahan Daging Kambing Kurban atau Idul Adha yang Menggoda Selera

Baca juga: Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Cara Pelaksanaannya Berdasarkan Sunah Rasulullah

10 Keutamaan Puasa Arafah Bagi yang Tidak Sedang Berhaji

1. Barang siapa yang menjalankan Puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun yang lalu yang telah terlewati.

2. Sedangkan yang berpuasa di hari Arafah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang)

3. Dan yang melaksanakan dua puasa ini akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu:

1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.

2. Allah akan menambah harta.

3. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya.

4. Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.

5. Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.

6. Allah akan memudahkan kematiannya.

7. Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah.

8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.

9. Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini.

10. Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT

(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved