Berita Viral

Penyebab Tewasnya Brigadir Muhammad Nurhadi, Sempat Pesta Bersama 2 Wanita, 2 Perwira Jadi Tersangka

Terungkap penyebab tewasnya Brigadir Muhammad Nurhadi. Korban sempat pesata bersam 2 wanita, ditemukan meninggal dunia saat berenang di kolam

Editor: Salomo Tarigan
KOLASE Istimewa/ AI/Dall e
POLISI TEWAS DI VILLA: Polda Nusa Tenggara Barat mengungkap penyelidikan penyebab tewasnya Brigadir Muhammad Nurhadi. Korban bersama 2 perwira sempat pesata bersama 2 wanita 

Penyidik menduga Brigadir Nurhadi tewas akibat penganiayaan, namun pelaku pastinya belum dipastikan.

Meski begitu kata Syarif, pihaknya sudah menetapkan 3 tersangka atas tewasnya Brigadir Nurhadi.

Yakni Kompol IMY dan Ipda HC, serta seorang wanita yang mereka datangkan yakni M.

 

Baca juga: JADWAL SIARAN PSG vs Bayern Muenchen, Balas Dendam Achraf Hakimi, Catatan Pertemuan PSG vs Muenchen

Dua atasan korban tersebut lebih dulu diberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebelum resmi menjadi tersangka.

"(Pelaku penganiyaan terhadap korban) Itu yang masih kita dalami. Sampai hari ini kita belum mendapatkan pengakuan dari tersangka," kata Syarif.

Syarif menjelaskan total ada 18 saksi dan lima ahli yang dimintai keterangan.

Termasuk ahli forensik, ahli poligraf, ahli pidana, ahli parmitologi, serta dokter pemeriksa pertama dari RS Bhayangkara.

Selain pemeriksaan saksi dan ahli, penyidik juga melakukan ekshumasi jenazah Brigadir Nurhadi untuk autopsi ulang.

Menurut Syarif, hasil pemeriksaan poligraf terhadap tersangka menunjukkan semua tersangka memberikan keterangan yang secara umum dinyatakan tidak benar.

"Kami berkeyakinan ada dugaan penganiayaan. Karena itu, kasus ini dinaikkan statusnya menjadi penyidikan dan penetapan tersangka," ujar Syarif.

Para tersangka dijerat Pasal 351 ayat (3) dan/atau Pasal 359 KUHP junto Pasal 55, yakni tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Hasil Autopsi

Kombes Syarif mengatakan hasik autopsi jenazah Brigadir Nurhadi menunjukkan adanya luka memar akibat benturan benda tumpul di kepala dan bekas cekikan pada leher korban.

Namun, hingga kini penyidik belum memperoleh pengakuan siapa yang melakukan kekerasan tersebut.

"Ini yang masih kami dalami. Sampai hari ini belum ada pengakuan," kata Syarif.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved