Pesona Danau Lau Kawar, Meski Hari Kerja Tetap Ramai Dikunjungi
Hingga sepekan jelang masuk sekolah sejumlah objek wisata masih ramai dikunjungi wisatawan.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Pada momen masa libur sekolah kali ini, sejumlah masyarakat masih banyak yang melakukan aktivitas liburan ke beberapa objek wisata.
Seperti halnya di Kabupaten Karo. Hingga sepekan jelang masuk sekolah sejumlah objek wisata masih ramai dikunjungi wisatawan.
Pantauan Tribun Medan, pada Selasa (8/7/2025), sejumlah wisatawan ramai mengunjungi objek wisata Danau Lau Kawar yang merupakan salah satu destinasi idola wisatawan. Meski pun tak seramai saat akhir pekan, namun melihat momen yang masuk masa kerja tentunya situasi ini tergolong ramai.
Baca juga: 7 Destinasi Wisata Yang Tak Terlupakan di Kuala Terengganu Malaysia
Salah satu wisatawan yang ditemui di Lau Kawar, Nabila, mengaku jika dirinya sudah dua hari terakhir berlibur di Kabupaten Karo. Sambil mengisi waktu libur perkuliahan, dirinya mengatakan berlibur sekalian berkunjung ke kerabatnya.
"Iya lagi libur kuliah kan, karena semalam datang ke rumah saudara di Berastagi jadi sekalian lah jalan-jalan," ujar Nabila.
Gadis yang berkuliah di salah satu universitas negeri di Kota Medan ini mengaku, sengaja memilih berlibur di momen sepekan terakhir sebelum masuk kuliah ini. Karena pada saat tersebut, lebih sedikit wisatawan yang berkunjung sehingga lebih nyaman.
"Kalau sekarang kan enak enggak terlalu ramai, apalagi ini hari kerja kan. Kalau Sabtu atau Minggu, pasti ramai kali kaya Minggu semalam itu macet kali di sini," katanya.
Sebagai informasi, pada akhir pekan kemarin kondisi wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Karo memang cukup membeludak. Kondisi ini, membuat arus lalulintas di jalur Berastagi - Medan menjadi macet hingga menjelang tengah malam kemarin.
| DIAJAK Berkantor di IKN, Deddy Sitorus Sebut Gibran Tak Paham Perbedaan Legislatif dan Eksekutif |
|
|---|
| HEBOH Pernikahan Kakek Berusia 71 Tahun dengan Siswi SMA, Terkuak Faktor Ekonomi di Baliknya |
|
|---|
| SISTEM WFH Tak Berlaku Bagi Nakes, Wakil Menkes: Gak Boleh, Sangat Diperlukan Untuk Publik |
|
|---|
| ATURAN BARU Bagi Rokok Ilegal Demi Tutupi Kerugian Negara, Purbaya: Masuk Pasar Legal Atau Tutup |
|
|---|
| Gaya Preman Tanah Abang Palak Pedagang Bakso, Mangkuk Dipecahkan Satu per Satu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Masuk-Danau-Lau-Kawar-Dikenakan-Biaya.jpg)