Berita Viral

POLISI Bantah Salah Tangkap Kepala Puskesmas Sekaligus Ketua Perawat Polewali Mandar: Ada Bukti

Kapolres Polman, AKBP Anjar Purwoko membantah bahwa Polisi salah tangkap Jamaluddin, Kepala Puskesmas.   

ISTIMEWA
KEPALA PUSKESMAS DIANIAYA - Kepala Puskesmas Dianiaya Polisi Hingga Mengalami Pendarahan Otak dan Tak Sadarkan Diri 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolres Polman, AKBP Anjar Purwoko membantah bahwa Polisi salah tangkap Jamaluddin, Kepala Puskesmas Alu sekaligus Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Cabang Polewali Mandar.   

AKBP Anjar Purwoko menjelaskan bahwa Jamaluddin merupakan pelaku kerusuhan yang ikut melempar batu dan bom molotov ke arah petugas. 

"Tidak benar salah tangkap. Polisi hanya mengamankan korban di suatu tempat karena terdeteksi yang bersangkutan berada di depan kerumunan massa,” kata Anjar.

Namun, Kapolres juga mengakui bahwa saat proses evakuasi, Jamaluddin ikut menjadi korban pemukulan oleh warga lainnya.

“Saat diamankan, sejumlah warga ikut memukuli korban. Kini para pelaku pemukulan, sebanyak empat orang, sudah ditangkap di beberapa lokasi seperti Campalagian, Wonomulyo, dan Kalukku, Mamuju,” jelasnya.

Baca juga: NASIB Roy Suryo Terancam Jadi Tersangka Usai Polisi Naikkan Status Aduan Jokowi: Naik ke Penyidikan

Baca juga: POBSI Medan Paparkan Program Kerja ke KONI, Fokus Merangkul Seluruh Rumah Biliar yang Ada

Baca juga: DAFTAR Nama 3 Pejabat Pemprov Sumut yang Dirotasi Gubsu Bobby Nasution

Kericuhan terjadi saat aparat melakukan eksekusi lahan di Dusun Palludai.

Massa yang kalah dalam sengketa menolak eksekusi dengan aksi membakar ban, melempar batu, hingga menggunakan bom molotov.

Polisi kemudian mengamankan puluhan orang dan menyita senjata tajam, batu, ketapel, dan bahan peledak rakitan dari lokasi. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap Jamaluddin kini mendapat sorotan luas, terutama karena korban merupakan pejabat publik dan tokoh kesehatan di Polewali Mandar. 

Pihak keluarga mendesak adanya evaluasi dan penyelidikan mendalam terhadap tindakan aparat di lapangan.

Seorang kepala puskesmas di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat tengah viral diduga dianiaya polisi hingga pendarahan otak.

Keluarga Duga Polisi Salah Tangkap

Kepala Puskesmas diduga menjadi korban salah tangkap dan penganiayaan saat terjadi bentrokan antara aparat kepolisian dan massa dalam eksekusi lahan di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, pada 3 Juli 2025. 

Adapun korban bernama Jamaluddin, yang merupakan Kepala Puskesmas Alu sekaligus Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Cabang Polewali Mandar.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka serius di kepala dan dinyatakan menderita pendarahan otak akibat pukulan benda tumpul. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved