Berita Nasional
Profil Mufti Anam, Anggota DPR Dengar Pemerintah Bakal Kutip Pajak Amplop Kondangan
Mufti Anam mengaku dengar wacara pemerintah yang bakal pungut pajak amplop kondangan.
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah disebut bakal menerapkan pajak atas uang “amplop kondangan” yang diterima dalam acara resepsi pernikahan.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI-P Mufti Anam.
Mufti Anam mengaku dengar wacara pemerintah yang bakal pungut pajak amplop kondangan.
Menurutnya, ini menjadi hal yang tragis jika memang wacana itu benar.
Isu ini pertama kali diungkap Mufti Anam saat rapat kerja bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan jajaran petinggi Danantara di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Mufti awalnya mengkritisi kebijakan pengalihan dividen BUMN ke Danantara yang dinilai justru mengurangi penerimaan negara.
Menurut dia, kebijakan itu akhirnya memaksa Kementerian Keuangan mencari cara lain untuk menambal defisit.
Salah satunya dengan menerapkan berbagai kebijakan pajak yang dinilai memberatkan masyarakat.
“Padahal pengalihan dividen Danantara dampaknya sangat jelas. Negara hari ini kehilangan pemasukan, nah Kementerian Keuangan hari ini harus memutar otak bagaimana harus menambal defisit. Yang kemudian lahirnya kebijakan-kebijakan yang membuat rakyat kita keringat dingin,” ujar Mufti dalam rapat.
Mufti lantas menyoroti berbagai jenis penghasilan masyarakat yang kini dikenakan pajak, mulai dari pelaku usaha atau pedagang daring hingga influencer.
“Bagaimana Pak Rosan lihat bahwa rakyat kita hari ini mereka jualan online di Shopee, di TikTok, di Tokopedia dipajaki, Pak. Bagaimana mereka, para influencer kita, para pekerja digital kita semua sekarang dipajaki,” ucap Mufti.
Tak hanya itu, politikus PDI-P itu mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat kabar jika pemerintah berencana memajaki uang pemberian dalam resepsi pernikahan.
“Bahkan kami dengar dalam waktu dekat orang yang mendapat amplop di kondangan dan di hajatan akan dimintai pajak oleh pemerintah. Nah ini kan tragis, sehingga ini membuat rakyat kami hari ini cukup menjerit,” jelas Mufti.
Menurut Mufti, kebijakan pajak yang muncul belakangan ini membuat banyak pelaku UMKM dan anak-anak muda yang berjualan secara daring menjadi ragu untuk melanjutkan usahanya.
“UMKM juga bingung, anak-anak muda kita di daerah-daerah hari ini yang berjualan di toko-toko online mulai menghitung ulang, Pak."
| Sebut Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya, Jusuf Kalla: Kasih Tau Termul-termul Itu |
|
|---|
| Takut Ditembaki, Sekitar 20 Kapal Tak Berani Lewati Selat Hormuz, Putar Haluan Kembali ke Oman |
|
|---|
| Potensi Mandeknya Negosiasi Damai Putaran Kedua, Pantas Iran Kembali Tutup Selat Hormuz |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik Dratis Sejak April 2026, Menteri ESDM Bahlil: Stok Kita Aman |
|
|---|
| Dituduh Menista Agama, Jusuf Kalla: Saya Bicara di Kalangan Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mufti-anam-dpr-tribunmedan.jpg)