Konjen Malaysia Gelar Nobar Film Puteri Gunung Ledang

Konsulat Jeneral Malaysia Medan menggelar Wacana Budaya dan Bahasa di Grand Ballroom, JW Marriot Hotel Medan

Tayang:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
NONTON BARENG - Konsulat Jeneral Malaysia Medan menggelar Wacana Budaya dan Bahasa di Grand Ballroom, JW Marriot Hotel Medan, Kamis (21/05/2026). Dalam acara Wacana Budaya dan Bahasa ini, digelar penayangan film ekslusif berjudul Puteri Gunung Ledang atau Princess of Mount Ledang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Konsulat Jeneral Malaysia Medan menggelar Wacana Budaya dan Bahasa di Grand Ballroom, JW Marriot Hotel Medan, Kamis (21/05/2026). Dalam acara Wacana Budaya dan Bahasa ini, digelar penayangan film ekslusif berjudul Puteri Gunung Ledang atau Princess of Mount Ledang.

Konsul Jeneral Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek mengatakan, hubungan Indonesia dan Malaysia sangat dekat tak sekadar hubungan perdagangan dan politik.

Hubungan ini terkait kedekatan bahasa, budaya dan persaudaraan. 

 

“Kisah dari negeri Malaka yang cocok kita tonton hari ini dapat memberi peringatan kepada kita untuk memartabatkan budaya dan bahas untuk generasi yang akan datang,” ujar Konsul Jeneral Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek dalam sambutannya.

NONTON BARENG - Konsulat Jeneral Malaysia Medan
NONTON BARENG - Konsulat Jeneral Malaysia Medan menggelar Wacana Budaya dan Bahasa di Grand Ballroom, JW Marriot Hotel Medan, Kamis (21/05/2026). Dalam acara Wacana Budaya dan Bahasa ini, digelar penayangan film ekslusif berjudul Puteri Gunung Ledang atau Princess of Mount Ledang.

Film Puteri Gunung Ledang mengambil kisah legenda rakyat Melayu tentang seorang puteri gaib yang sakti. Putri ini menetap di Gunung Ledang, Johor. 

Kisah ini populer dalam sejarah Melayu dan Hikayat Hang Tuah. Dalam ceritanya, Sultan Melaka jatuh cinta kepada sang puteri. Sultan mengirim utusannya termasuk Hang Tuah untuk meminang Puteri Gunung Ledang.

 

Rupanya, Puteri Gunung Ledang hendak menolak pinangan ini. Sang putri kemudian mengajukan tujuh syarat atau permintaan yang mustahil untuk dipenuhi oleh Sultan Melaka. 

Adapun tujuh syarat yang diajukan yakni jembatan emas dan jembatan perak dari Gunung Ledang ke Melaka, nampan berisi hati kuman, nampan berisi hati nyamuk, tempayan berisi air mata dara, tempayan berisi air pinang muda dan semangkuk darah Sultan.

Belakangan, legenda ini diabadikan dalam berbagai karya budaya, termasuk musik latar Puteri Gunung Ledang Spotify dan diangkat menjadi karakter dalam permainan video populer, seperti Honor of Kings Indonesia. 

 

Gunung Ledang atau Mount Ophir adalah gunung setinggi 1.276 meter di Distrik Tangkak, Johor, Malaysia. Gunung ini terkenal karena pesona alam dan air terjunnya. 

Gunung ini masuk dalam Taman Negara Gunung Ledang, Johor. Puncak gunung ini merupakan  titik tertinggi di negara bagian Johor.

 

Saat ini Gunung Ledang dijadikan objek wisata bagi pencinta pendakian. Jalur pendakian utamanya melalui pintu masuk Sagil. Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhkan dengan pemandangan alam yang spektakuler.

Namun, tanjakan dan jalan curam cukup memicu adrenalin. Pesona air terjun di kawasan ini juga memikat hati. Pengunjung dapat berkemah atau piknik di kawasan ini. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved