Terik Matahari Jadi Berkah! Jestham Temui Penjual Es Krim Pejuang Keluarga

Terik Matahari Jadi Berkah! Jestham Temui Penjual Es Krim Pejuang Keluarga

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Sumber: youtube/@ownerjestham 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tengah terik matahari yang menyengat, Jestham tak sengaja bertemu dengan seorang Bapak penjual es krim yang sedang mengayuh sepeda sederhananya. Cuaca panas justru menjadi momen tepat untuk menikmati es krim sekaligus meringankan beban sang Bapak. Tanpa ragu, Jestham memborong seluruh dagangannya, bukan hanya untuk karyawannya, tetapi juga dibagikan kepada penjual kerupuk dan pekerja toko terdekat. Sebuah aksi sederhana yang menyebarkan kebahagiaan di tengah rutinitas sehari-hari.

Saat berbincang, Bapak penjual dengan wajah teduh itu bercerita bahwa es krim buatannya adalah sumber penghidupan bagi keluarganya. "Ini esnya kami bikin sendiri," ujarnya dengan bangga. Rupanya, Ia telah berjualan sejak tahun 1980. Namun, cuaca hujan kerap menjadi tantangan, karena es krimnya tidak laku dan harus disimpan kembali di kulkas.(11/07/25)

 

Yang membuat hati terenyuh, alih-alih menawar harga, Jestham justru membayar lebih sebagai bentuk apresiasi. "Kalau bayarnya segini boleh, Pak," ucapnya sambil menyerahkan uang. Reaksi Bapak penjual pun tak terduga, matanya berkaca-kaca, tersentuh oleh kebaikan tak terduga itu. "Alhamdulillah dikasih rezeki," bisiknya lirih sambil berdoa agar Jestham diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah.

Terik Matahari Jadi Berkah!
Perjuangan Seorang Ayah Demi Anak-anaknya

Di balik senyumnya yang sabar, ternyata Bapak berusia 65 tahun ini berjualan demi menghidupi anak-anaknya. "Buat anak," katanya singkat, namun penuh makna. Perjuangannya mengayuh sepeda di terik matahari mencerminkan ketulusan seorang ayah yang tak kenal lelah. Jestham pun mendoakannya agar usahanya selalu lancar dan diberi kemudahan.

 

Kehangatan momen ini tak hanya dirasakan oleh Bapak maupun Jestham, tetapi juga oleh orang-orang sekitar yang mendapat es krim gratis. Kebahagiaan sederhana itu terpancar dari senyum para pedagang dan pekerja toko yang ikut menikmati kebaikan Jestham. "Nanti kalau ketemu Bapaknya jualan, jangan lupa borong ya," pesan Jestham, mengajak semua orang untuk turut mendukung usaha kecil seperti ini.

 

Di balik setiap tetes keringat Bapak penjual es krim, tersimpan harapan dan kerja keras yang patut diapresiasi. Jestham tidak hanya membeli es krim, tetapi juga memberikan harapan dan energi baru untuknya terus berjuang.

Penasaran dengan momen haru dan inspiratif ini? Saksikan keseruan lengkapnya di video tersebut dan rasakan sendiri betapa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana. Jangan lupa untuk selalu mendukung pedagang kecil di sekitar kita, karena setiap pembelian kita bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berjuang!(*)


Referensi
https://www.youtube.com/watch?v=cqX1tPOTP-o

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved