Membanggakan, Putra Petani Wakili Asahan Ikut MTQ di Qatar
Semangat pantang surut, sejak duduk di bangku sekolah dasar, Daut selalu belajar dan mendalami makna kitab suci Al-Quran.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Satu dari ratusan peserta Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional yang digelar di Qatar, terdapat anak putra daerah Kabupaten Asahan.
Tak banyak tersorot oleh media, Muhammad Daut Sitorus, lahir di Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan ini menjadi satu-satunya wakil Sumatera Utara dan satu dari 9 pemuda yang membawa nama Indonesia di perlombaan MTQ Internasional.
Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Khaled Sitorus dan Zainab Ritonga itu kini suara indahnya menggema di forum internasional bersama ratusan qori terbaik dunia.
Siapa yang menyangka dari ayah yang merupakan seorang petani, Daut berhasil mengharumkan nama Sumatera Utara dengan mewakilkan Indonesia ke Qatar.
Baca juga: MTQ ke-58 di Kabupaten Langkat Resmi Ditutup, Ini Daftar Pemenangnya
Semangat pantang surut, sejak duduk di bangku sekolah dasar, Daut selalu belajar dan mendalami makna kitab suci Al-Quran.
Dengan tekad kuat, kesabaran, serta dukungan dan doa orangtua, langkah Daut terus melaju hingga lolos seleksi MTQ Internasional.
MTQ Internasional Qatar ini merupakan ajang bergengsi bagi para pecinta Al-Qur'an di dunia. Prestasi ini ditorehkannya tidak instan, sehingga dapat mewakilkan Indonesia di ajang bergengsi tersebut.
Daut menjadi salah satu simbol ketangguhan dan ketekunan belajar. Meski pun tinggal di pelosok Kabupaten, namun namanya dapat menggema di forum internasional itu.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu bersaing bersama ratusan peserta dari Maroko, Mesir, Libya, Suriah, Iran, Tanzania, Pakistan, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh, Brunei Darussalam, Malaysia, Irak, dan Lebanon.
Daut mengatakan saat di babak penyisihan, ia bertemu dengan Mesir, Maroko, Iran, Brunei Darussalam, dan Lebanon, ia berhasil menempati posisi puncak dengan nilai 96,40.
Di babak semifinal, ia menempati posisi ke 2 setelah nilainya di bawah 0,2 poin peserta Lebanon.
"Di semifinal saya berada di posisi ke dua, dengan menorehkan poin 96,8 sedangkan peserta dari Lebanon berhasil menorehkan poin 97 poin," kata Daut, Rabu (7/1) malam.
Ia mengaku, prestasi ini tak lepas dari doa ayah dan ibunya yang selalu mendoakannya di mana pun.
"Terimakasih kepada orangtua saya sudah mensupport dan mendoakan saya. Sebab, tanpa mereka saya bukan siapa-siapa, hingga saya sampai bertanding di MTQ Internasional ini yang diselenggarakan di Qatar," ujarnya.
Ia juga berterimakasih kepada semua guru Al-Qur'annya yang telah membimbingnya hingga bisa menorehkan prestasi Internasional.
| Kapolsek Gunung Malela Dampingi Devile Kontingen MTQ ke-52 Kabupaten Simalungun |
|
|---|
| Polres Simalungun Hadiri Pembukaan MTQ Nasional ke-52, Wujud Dukungan Polri pada Syiar Islam |
|
|---|
| Inspektorat Siap Benahi Pelaksanaan MTQ, Anggaran Akan Dikembalikan ke Bagian Kesra |
|
|---|
| MTQ Siempat Rube: Merajut Harmoni Lewat Kalam Ilahi |
|
|---|
| MTQ Kecamatan Kerajaan 2026: Ajang Amal dan Pencetak Generasi Qur’ani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Muhammad-Daut-Sitorus-berfoto-dengan-tiga-juri-MTQ-Internasional-di-Qatar.jpg)