Asahan Terkini
Sengketa Lahan Memanas, Warga Suka Makmur Demo dan Desak Bupati Asahan Copot Pj Kades
Ratusan warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Ratusan warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati dan Inspektorat Asahan, Selasa (20/1/2026).
Aksi ini meminta agar Bupati Asahan mengevaluasi PJS Kepala Desa Suka Makmur, HT terkait surat keterangan garap yang di dikeluarkannya.
Pasalnya, masyarakat yang mengaku sebagai pengurus dan menggarap tanah atas nama kelompok tani Karya Tani ini, surat Keterangan Garap yang dikeluarkan oleh kepala desa diduga diperjualbelikan.
Pasalnya, surat keterangan garap yang sudah dipegang oleh masyarakat dianulir oleh Kepala Desa dengan alasan adanya kekeliruan.
"Kami disini untuk melakukan aksi unjuk rasa mempertanyakan kepada Bupati sekaligus melaporkan bawahannya yang kami duga tidak beres. Pasalnya, surat keterangan garap yang kami terima, dikeluarkan lagi olehnya untuk kelompok tani lain yang diduga diinisiasi oleh dirinya sendiri," ujar Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Abdullah Sani.
Lanjutnya, kelompok tani ini berjuang sejak 2016 lalu dengan mendirikan kelompok tani dan menggugat PT Jaya Baru yang sempat menguasai lahan di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.
"Kami menggugat PT Jaya Baru dengan alas hak rakyat yang ada, dan kami berhasil memenangkan gugatan. Sehingga dikeluarkanlah surat keterangan garap," ujarnya.
Namun, muncul surat keterangan garap lainnya dengan kelompok tani berbeda yang diduga pengunjuk rasa ada dibekingi oleh kepala desa.
"Yang bikin gaduh, dan kami anggap menjadi biang kerok keributan, masuk lagi ada kelompok tani tandingan yang mungkin dialah dibelakangnya sehingga dikeluarkanlah surat yang sama, dengan objek yang sama, dan bunyinya yang hampir sama," katanya.
Akibatnya keluar surat keterangan garap tersebut, masyarakat mengaku terjadi aksi penggalangan hingga penganiayaan yang dirasakan oleh masyarakat.
"Kami sempat dengar mereka mau masuk, dan ternyata benar memang masuk. Dibawa mereka preman, sajam ntah dari mana dibawanya di penjuru di Asahan ini. Sehingga, ada pemukulan dan hampir pembacokan," ujarnya.
Katanya, atas alas surat tanah yang dikeluarkan oleh PJS kepala desa tersebut masyarakat jadi saling belaga.
"Jadi ada seorang P3K Disduk Capil AML membentuk kelompok tani, dan mengundang ormas, berbuat premanisme untuk mengusir kami. Tapi, karena ditarik oleh Herkules, mereka mundur sehingga membentuk kelompok tani tandingan, dan orangnya itu juga," katanya.
Katanya, atas kejadian tersebut, ada enam orang warga yang mengalami kekerasan secara fisik atas peristiwa tersebut.
"Kami sudah membuat laporan, sudah berjalan empat bulan, dan informasi trakhir sudah dalam proses Lidik," katanya.
| Kakek 60 Tahun Cabuli Tetangganya dengan Modus Beri Jajanan |
|
|---|
| Petugas Keamanan Kebun Asahan Ditembak di Bagian Kepala, Pergoki Pencuri Sawit saat Beraksi |
|
|---|
| Gerebek Kebun Sawit Air Batu, Polres Asahan Tangkap Pengedar Sabu dan Ekstasi |
|
|---|
| Tiga Pria Tutupi Kepala dengan Plastik, Gasak Sembako di Asahan |
|
|---|
| Tutupi Kepala dengan Kantong Plastik, Tiga Pria di Asahan Terekam CCTV Curi Sembako di Grosir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Massa-unjuk-rasa-di-kantor-Inspektorat-Asahan-meminta-untuk-PJS.jpg)