Pemko Medan Siapkan Perajin Muda Berbasis Budaya Lokal

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Melayu Deli .

Tayang:
TRIBUN MEDAN
CINTAI TRADISI DAERAH - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menggelar Workshop Pembuatan Tengkuluk Tradisi, di Griya Hotel Medan, Kamis (28/5). Kegiatan pelestarian warisan budaya Melayu Deli sekaligus mendorong lahirnya generasi muda kreatif yang mencintai tradisi daerahnya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suasana nuansa budaya terasa di Griya Hotel Medan saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menggelar Workshop Pembuatan Tengkuluk Tradisi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Melayu Deli sekaligus mendorong lahirnya generasi muda kreatif yang mencintai tradisi daerahnya.

Workshop dibuka langsung oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar.  Dalam kegiatan para peserta yang terdiri dari generasi muda dan pelaku UMKM tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari teknik memilih kain, melipat tengkuluk, hingga memahami filosofi di balik setiap bentuk dan gaya pemakaiannya.

OK Zulfani menegaskan bahwa tengkuluk bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol identitas budaya Melayu yang sarat nilai sejarah dan makna adat. “Tengkuluk itu identitas kita. Kalau anak muda Medan tidak kenal dan tidak bisa membuatnya, siapa lagi yang akan menjaga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).

Baca juga: Cuaca Medan Hari Ini 29 Mei 2026, Hujan Masih Berpotensi Terjadi pada Malam Hari

Menurutnya, pelestarian budaya lokal harus berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Karena itu, workshop tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam mewujudkan “Medan yang Bertuah", yakni kota yang berbudaya, beradab, dan memiliki daya saing berbasis kearifan lokal.

"Tak hanya belajar keterampilan teknis, peserta juga diajak memahami nilai-nilai budaya Melayu yang melekat pada tengkuluk. Setiap lipatan dan bentuk memiliki filosofi tersendiri yang mencerminkan kehormatan, kebijaksanaan, dan jati diri masyarakat Melayu," jelas OK Zulfani.

Sepanjang kegiatan, suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif bertanya dan mencoba langsung teknik pembuatan tengkuluk dengan pendampingan para instruktur.

OK Zulfani berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan perajin-perajin muda yang tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadikan tradisi sebagai peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan.“Harapannya, setelah workshop ini lahir perajin-perajin muda. Budaya lestari, ekonomi bergerak. Itu baru Medan yang bertuah sesungguhnya,” pungkasnya. (dyk/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved