Warga Sebut Taman Cadika tak Terawat, Pemko Medan Diminta Beri Perhatian Lebih
Kondisi Taman Cadika yang dinilai kotor dan kurang terawat menjadi keluhan utama warga Medan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kondisi Taman Cadika yang dinilai kotor dan kurang terawat menjadi keluhan utama warga saat Wali Kota Medan Rico Waas menggelar kegiatan Sapa Warga di halaman SDN 060936 Jalan Pintu Air II, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (13/6).
Keluhan itu disampaikan Agus, warga Karya Jaya Gedung Johor. Ia meminta Pemerintah Kota Medan memberi perhatian lebih terhadap salah satu ruang terbuka hijau yang menjadi ikon masyarakat Medan tersebut.
Menanggapi hal itu, Rico langsung memberi instruksi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan pembersihan secara menyeluruh. “Kadispora dan DLH, tolong jaga kebersihan Cadika secara menyeluruh, jangan hanya di bagian depan. Bagian belakang juga harus dipantau. Minggu depan harus sudah bersih,” tegas Rico.
Persoalan banjir juga menjadi perhatian. Yus, warga Lingkungan 11 Suka Maju, mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi saat hujan akibat kondisi drainase yang tidak maksimal. Rico langsung meminta Dinas SDABMBK turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mempercepat langkah penanganan. “Kalau memungkinkan, segera kita dorong realisasinya,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari Sahara Tarigan yang menyoroti proyek normalisasi drainase yang belum tuntas serta kondisi Jalan Gang Cangkul yang rusak. Rico meminta dinas terkait segera mengecek lokasi dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
Sementara itu, Usman Lubis, warga Kelurahan Titi Kuning, mengeluhkan jalan rusak dan keberadaan TPS yang menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu aktivitas ibadah. Menurut Rico, perbaikan jalan akan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sementara penataan TPS diminta segera dilakukan oleh dinas terkait.
Masalah banjir kiriman dari wilayah Deliserdang juga disampaikan Asmudin Lubis, warga Kedai Durian. Ia berharap dilakukan pelebaran dan pendalaman parit agar mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan.
Baca juga: Medan Jadi Tuan Rumah Rapat Kerja Nasional APEKSI XVIII
Pelayanan Kesehatan Skema UHC
DI sektor kesehatan, Rico memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan melalui skema Universal Health Coverage (UHC), termasuk warga yang status kepesertaan BPJS kesehatannya tidak aktif.“Tidak aktif pun tetap bisa dilayani. Tidak ada alasan untuk tidak dilayani,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Rico mengingatkan warga agar turut menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah plastik ke dalam parit yang dapat menyebabkan penyumbatan dan banjir.
“Jangan sampai ada lagi sampah plastik menumpuk di parit. Ini harus kita jaga bersama karena dampaknya kembali kepada kita semua, terutama saat hujan,” pungkasnya. (dyk/Tribun-Medan.com)
| Medan Jadi Tuan Rumah Rapat Kerja Nasional APEKSI XVIII |
|
|---|
| Pemko Medan Siapkan Kantong Parkir di Stadion Teladan Jika Kembali Digunakan untuk Event Besar |
|
|---|
| SMeCK Hooligan Yakin PSMS Mampu Juara Liga 2 Musim 2026 |
|
|---|
| QRESTO Medan Jadi Role Model Daerah Lain, Wali Kota Tanjungpinang Datang ke Pemko Medan |
|
|---|
| Pemko Medan Dukung Pelayanan Diplomatik Jadi Gerbang Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wali-Kota-Medan-Rico-Tri-Putra-Bayu-Waas-menggelar-kegiatan-Sapa.jpg)