Dari Palungan ke Rumah Bersama: Natal, Solidaritas, dan Pertobatan Ekologis
Krisis ekologis dan penderitaan manusia tidak dapat dipisahkan. Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera bukan sekadar fenomena alam.
Tayang:
Editor:
AbdiTumanggor
Dalam terang Natal, iman dan akal budi dipanggil untuk berjalan bersama, agar harapan tidak berhenti pada doa, tetapi menjelma menjadi upaya pemulihan bagi sesama dan ciptaan.
Bagi saudara-saudari kami di Sumatera, kami percaya: di tengah kehilangan, kasih tetap menemukan jalannya. Di tengah luka, harapan tetap bertunas.
Selamat Natal.
Semoga kelahiran Sang Imanuel menumbuhkan kasih yang cerdas, iman yang membumi, dan solidaritas yang memulihkan kehidupan.
(***)
Baca Juga
| Jaksa yang Todongkan Senpi ke Sekuriti di Medan Ternyata Anak Eks Kepala BNN Mandailing Natal |
|
|---|
| Ikuti Ibadah Natal 2025 Persekutuan Oikumene, Kakanwil Kemenkum Sumut Sampaikan Pesan Natal |
|
|---|
| Beda dari yang Lain, Kristen Ortodoks Rayakan Natal pada 7 Januari |
|
|---|
| DAFTAR Nama 5 Penyidik KPK Dipromosikan Menjadi Kapolres, Di Antaranya untuk Mandailing Natal Sumut |
|
|---|
| Kendaraan Membludak di Pelabuhan Ajibata, ASDP Siapkan Skema Pelayaran Hingga Dini Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Catatan-Sr-M-Tarcisia-Sembiring-FSE.jpg)