Peringatan HSN 2025, Bupati Deliserdang akan Hadirkan BLK di Pesantren
Keberadaan BLK di pesantren bertujuan agar para santri memperoleh pelatihan keterampilan dan bekal kerja sebelum kembali ke masyarakat.
Tahun ini adalah 10 tahun peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2015. "Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Dalam rentang waktu itu, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan," sebut Bupati.
"Kita tidak boleh lupa, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat pendidikan di Nusantara, tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempah diri dalam akhlak dan karakter. Dari pesantrenlah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral. Dari rahim pesantren, lahir para tokoh besar bangsa ini, mulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin umat," papar Bupati.
Banyak alumni pesantren yang kini menjadi tokoh nasional, pejabat publik, pengusaha, ilmuwan, hingga pemikir dunia. Bahkan, saat ini banyak santri yang sudah berkiprah di level internasional, membawa nama baik Indonesia di kancah global.
Hari Santri tahun 2025 mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia." Tema yang sangat tepat, mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan.
Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.
"Kita patut bersyukur karena negara Indonesia memberi perhatian besar kepada pesantren," imbuh Bupati.
Lebih lanjut dikatakan, Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Dan santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.
Dunia digital juga harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri.
"Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton. Barangsiapa yang menanam ilmu, maka ia menanam masa depan," imbau Bupati.
"Marilah kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban," tutup Bupati. (*)
| Gelar Rapat Khusus, Deliserdang Percepat Program IBM Kementerian PUPR |
|
|---|
| Daftar Pejabat Eselon II di Pemkab Deli Serdang Setahun Kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan |
|
|---|
| Pegawai Puskesmas Dilaporkan ke Polisi, Viral di Medsos Tuding Pejabat Dinkes Tersangkut Kasus |
|
|---|
| Parkir Bayar Gratis Tuai Pro Kontra, Bupati Marah ke Pejabat Dishub Deliserdang |
|
|---|
| 37 Peserta Ikuti Seleksi JPTP Pemkab Deliserdang, Tegaskan tak Ada Praktik Bayar Membayar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/HSN-2025-di-Alun-Alun-Pjuh.jpg)