Deli Serdang Terkini
PEJABAT di Deli Serdang Kompak Mundur Berdalih Alasan Kesehatan, Ada Apa?
pengunduran diri dilakukan disebut-sebut atas permintaan pimpinan lantaran dianggap adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan
Pemerintah daerah berupaya menghindari pemecatan massal dengan menawarkan posisi teknis seperti tenaga kebersihan dan pengemudi sesuai Analisis Jabatan (ANJAB ABK).
Namun, tawaran tersebut justru membuat jumlah tenaga honorer yang berminat semakin menurun tajam.
"Yang daftar ke tempat kita memang sebanyak 364 orang saja tapi sebelum pendaftaran itu ada juga yang sudah resign duluan. Seperti di Bagian Perencanaan Keuangan Sekdakab ada dua itu gak daftar karena sudah resign duluan," ujar Sugiono, Selasa (10/3/2026).
Rincian Penempatan
Dari 364 orang yang mendaftar, Sugiono merinci penempatan yang telah ditetapkan mencakup 24 tenaga kebersihan, 74 petugas keamanan, 102 pramubakti, dan 31 pengemudi.
Sisanya, sebanyak 121 orang dijadikan Buruh Harian Lepas (BHL) yang nantinya akan diperbantukan untuk mendukung tugas-tugas lapangan.
Meskipun anggaran penggajian tetap berada di OPD asal, khusus untuk tenaga BHL akan ditugaskan di bawah pengawasan Dinas Lingkungan Hidup.
BKPSDM menegaskan bahwa penentuan personel yang bertahan merupakan wewenang masing-masing OPD sesuai beban kerja yang ada.
"Untuk yang BHL walaupun anggaran (penggajian) masih di OPD awal tapi mereka ditugaskan ke Dinas Lingkungan Hidup. Kalau yang lain dikembalikan ke masing-masing OPD mereka lah yang tau siapa orang-orangnya menyesuaikan ANJAB ABK bukan kami yang tentukan. Kalau kami kan hanya (ngurusin) ASN bukan non ASN," kata Sugiono.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kabid-Pembinaan-SMP-Dinas-Pendidikan-Deli-Serdang-Jumakir-1.jpg)