Penutupan Langit China
China Tutup Langit Selama 40 Hari, Apa Dampaknya Terhadap Indonesia?
Pemerintah China tutup langit selama 40 hari bikin heboh dunia internasional. Belum jelas apa penyebab pastinya.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah China tutup langit selama 40 hari
- Kebijakan China membuat heboh dunia internasional, karena dikhawatirkan mengganggu penerbangan
- Indonesia juga akan berdampak, khususnya penerbangan langsung dari Nusantara ke China
- Belum ada penjelasan lebih detail kenapa China menutup langit selama itu
TRIBUN-MEDAN.COM,- Kebijakan pemerintah China tutup langit selama 40 hari bikin heboh dunia internasional.
Belum ada kejelasan pasti, apa alasan China tutup langit selama satu bulan lebih.
Muncul spekulasi, bahwa China sedang bersiap untuk perang.
Ada juga yang menganggap, bahwa China tutup langit untuk latihan tempur pesawat udaranya.
Baca juga: POLEMIK Mahasiswi Korban Pelecehan Jadi Tersangka ITE, Akhirnya Polres Pagar Alam Terbitkan SP3
Wall Street Journal, pada Senin (6/4/2026) melaporkan, bahwa China menerbitkan Notice to Air Missions (Notam).
Beijing menetapkan zona larangan terbang di lepas pantainya dalam durasi 40 hari berturut-turut.
Kebijakan ini berlaku mulai 27 Maret hingga 6 Mei 2026.
Direktur Proyek SeaLight di Universitas Stanford mengatakan, kebijakan China kali ini memang tidak biasa.
Baca juga: Gaji ke-13 ASN Diperkirakan Cair Juni 2026, Komponennya Tidak Berubah
"Apa yang membuat ini sangat menonjol adalah kombinasi status SFC-UNL (permukaan hingga ketinggian tak terbatas) dengan durasi luar biasa 40 hari dan tanpa adanya pengumuman latihan," ujar Ray Powell, seperti dikutip dari Kompas.com.
Lalu, apa dampaknya bagi Indonesia?
Dampak Terhadap Indonesia
Penutupan langit oleh China ini berpotensi mengganggu hingga 70 persen rute penerbangan internasional di Asia Timur dan Tenggara, termasuk jalur transit melalui wilayah China yang sering digunakan maskapai Indonesia.
Baca juga: Profil Lindi Fitriyana, Istri Virgoun yang Kini Dirumorkan Hamil Sebulan Menikah
Rute langsung Indonesia-China seperti Jakarta-Shanghai atau Bali-Guangzhou bisa terganggu, menyebabkan pembatalan, penundaan, atau pengalihan jalur yang lebih panjang dan mahal.
Gangguan serupa sebelumnya (seperti pada 2026 awal) telah memicu pembatalan puluhan penerbangan di bandara Soekarno-Hatta dan kerugian bagi Garuda Indonesia serta Lion Air.
Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 9 April 2026, Hujan Berpotensi Terjadi di Dairi
Organisasi industri penerbangan OPSGROUP mencatat bahwa pembatasan saat latihan militer sebelumnya menyebabkan gangguan signifikan, termasuk perubahan rute dan kebutuhan bahan bakar tambahan bagi pesawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/China-tutup-langit-40-hari.jpg)