Okupansi Hotel di Karo Menurun Drastis, Dipicu Bencana dan BBM Langka
Kondisi cuaca yang tak menentu, ditambah lagi beberapa wilayah terdampak bencana membuat masyarakat enggan bepergian.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Akibat dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatra Utara beberapa pekan terakhir, membuat tingkat kunjungan ke daerah wisata Berastagi, Kabupaten Karo menurun.
Kondisi cuaca yang tak menentu, ditambah lagi beberapa wilayah terdampak bencana membuat masyarakat enggan bepergian.
Situasi saat ini memicu tingkat kunjungan masyarakat ke sejumlah daerah wisata khusunya Berastagi, Kabupaten Karo, menjadi menurun. Penurunan sudah terlihat sejak lebih dari dua pekan terakhir.
Seperti pantauan Tribun Medan pada Minggu (7/12/2025) kemarin jalur utama Medan-Berastagi yang biasanya dipadati oleh kendaraan wisatawan, tampak lengang. Beberapa titik yang biasanya menjadi persinggahan wisatawan, seperti di lokasi kuliner Peceren, serta sejumlah objek wisata juga tampak sepi pengunjung.
Menurunnya tingkat kunjungan wisatawan ini, diketahui juga turut berdampak pada menurunnya tingkat hunian (okupansi) di sejumlah hotel di Berastagi. Seperti yang diungkapkan General Manager (GM) Hotel Internasional Sibayak Achmad Zulham, selama dua pekan terakhir, okupansi menurun drastis.
Baca juga: Libur Panjang HUT RI, Okupansi Hotel di Berastagi Capai 90 Persen
"Sudah dari akhir bulan kemarin sampai pekan pertama Desember ini sangat turun. Kita tau memang cuaca sedang ekstrem, jadi wisatawan enggak banyak yang ke Berastagi," ujar Zulham, Senin (8/12/2025).
Ketika ditanya perihal jumlah okupansi, pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sumatra Utara (Sumut) untuk periode 2022-2025 ini menjelaskan, khusus untuk di hotel yang dipimpinnya okupansi rata-rata dua pekan ini hanya di angka 10 persen.
"Rata-rata hanya 10 persen. Paling tinggi hunian kita 20 kamar dari 120 kamar yang ada di hotel kita, itu pun kalau akhir pekan," ucapnya.
Dikatakan Zulham, sejak awal cuaca ekstrem dimana curah hujan meningkat drastis yang membuat sejumlah wilayah dilanda bencana, langsung berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan.
Seperti diketahui, sejumlah hotel di Berastagi selalu kedatangan tamu domestik dari sekitar Kabupaten Karo seperti Kota Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, hingga Tebing Tinggi, yang mana beberapa waktu terakhir turut terdampak bencana banjir.
"Biasa memang domestik tamu kita, ya mungkin saat ini masih masa pemulihan karena kita tau sendiri beberapa daerah tetangga kita terdampak bencana," katanya.
Selain faktor cuaca, hal lain yang membuat tingkat kunjungan wisatawan ke Berastagi menurun juga diduga karena faktor kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Namun begitu, Zulham mengaku pihaknya masih tetap optimistis untuk bisa menjaring tamu lagi ke depannya. Terlebih di masa saat mendekati libur akhir tahun, tentunya selaku penyedia jasa, pihaknya berharap besar dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.
Ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo untuk turut serta membantu memberikan informasi terkait keamanan Karo yang tetap bisa dikunjungi. Sehingga, ke depan saat momen waktu libur akhir tahun seluruh penyedia jasa di bidang wisata di Kabupaten Karo bisa merasakan dampak baik.
| Bobby Sempat Kecewa soal Dana R3P, Langsung Menghadap Presiden |
|
|---|
| Pemulihan & Penguatan Masyarakat Sumut Pascabencana: UT Hadir melalui PkM Nasional Kebencanaan 2026 |
|
|---|
| Pascabencana, Pemprov Sumut Prioritaskan Perbaikan Lima Sektor |
|
|---|
| Anggaran Penanganan Pascabencana ke Sumut akan Ditambah, Gubsu Bobby: Angkanya Belum Terinfokan |
|
|---|
| Komisi VIII DPR RI Apresiasi Penanganan Pascabencana Pemkab Deli Serdang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/OKUPANSI-HOTEL-BERASTAGI-Pengendara-melintas.jpg)