Kesehatan
Waspadai Penyakit saat Banjir, Ada yang Menular Lewat Air dan Hewan Pembawa Bakteri
Sejumlah penyakit saat banjir yang bisa menular lewat air tercemar diantaranya diare dan demam tifoid.
“Penyakit kulit yang dapat berupa infeksi, alergi, atau bentuk lain, penyakit saluran cerna yang lain misalnya demam tifoid, karena itu selalu perhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi,”jelasnya
Dia menuturkan, penyakit lainnya adalah perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. ”Lamanya musim hujan dan banjir, bisa menyebabkan daya tahan tubuh berkurang,”tuturnya
Dia berharap kepada Dinas Kesehatan selain membuka Posko Kesehatan dan pelayanan kesehatan di Psukesmas, juga melakukan penyuluhan pasca banjir tentang bagaimana antisipasi penyakit saat terjadinya banjir.
Baca juga: Siapkan Alat Berat dan Lakukan Koordinasi, BPBD Karo Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor
Klasifikasi Penyakit Saat Banjir
1. Penyakit yang Menular Melalui Air Tercemar
Jenis penyakit ini muncul karena kualitas air menurun akibat tercampur lumpur, limbah, atau kotoran.
a. Diare
-
Disebabkan oleh air minum yang tercemar.
-
Umum terjadi karena terbatasnya air bersih saat pengungsian.
-
Pencegahan: mencuci tangan dengan sabun, merebus air minum hingga mendidih, menjaga kebersihan lingkungan.
b. Demam Tifoid (Tipes)
-
Termasuk penyakit saluran cerna lainnya.
-
Disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis.
-
Pencegahan: menjaga kebersihan makanan dan memastikan makanan dimasak dengan baik.
2. Penyakit yang Disebabkan Hewan Pembawa Bakteri
Penyakit ini muncul karena air banjir membawa bakteri dari hewan, terutama tikus.
a. Leptospirosis
-
Disebabkan bakteri Leptospira.
-
Menular lewat kotoran atau urin tikus yang bercampur dengan air banjir.
-
Risiko tinggi jika seseorang memiliki luka terbuka.
-
Pencegahan: gunakan sepatu bot saat kontak dengan air banjir, hindari bermain atau berendam di air banjir, segera ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala demam mendadak, menggigil, atau sakit kepala.
3. Penyakit yang Disebabkan Nyamuk
Banjir dapat menciptakan banyak genangan yang menjadi sarang nyamuk.
a. Demam Berdarah Dengue (DBD)
-
Disebabkan nyamuk Aedes aegypti.
-
Kaleng bekas, ban bekas, dan genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
-
Pencegahan: membersihkan lingkungan, mengubur barang bekas, dan menguras genangan air.
4. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan
Mudah terjadi di lingkungan lembap dan padat, terutama di lokasi pengungsian.
a. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
-
Disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroba lainnya.
-
Gejala: batuk, demam, sesak, nyeri dada.
-
Pencegahan: menjaga kebersihan tempat tinggal, memakai masker, menghindari paparan asap.
5. Penyakit Kulit
Kontak dengan air banjir yang tercemar menjadi penyebab utamanya.
a. Infeksi dan Alergi Kulit
-
Dipicu oleh bakteri, jamur, atau alergi terhadap zat berbahaya di air banjir.
-
Pencegahan: mandi dengan sabun setelah terpapar air banjir, menjaga kulit tetap kering, memakai pakaian bersih.
6. Perburukan Penyakit Kronis
Musim hujan dan banjir bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga penyakit kronik makin memburuk.
Contoh penyakit kronik yang bisa kambuh:
-
Asma
-
Penyakit jantung
-
Diabetes
-
Hipertensi
Faktor risiko meningkat akibat stres, kurang istirahat, dan akses obat yang terbatas.
Ringkasan Klasifikasi Penyakit Saat Banjir
-
Penyakit akibat air tercemar: Diare, demam tifoid.
-
Penyakit akibat bakteri dari hewan: Leptospirosis.
-
Penyakit akibat nyamuk: Demam berdarah (DBD).
-
Penyakit pernapasan: ISPA.
-
Penyakit kulit: Infeksi & alergi kulit.
-
Perburukan penyakit kronis.
(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/evakuasi-korban-banjir-di-Kabupaten-Agam.jpg)