Ngopi Sore
Oscar Goes to Leonardo DiCaprio: Satu Pelajaran Tentang Semangat
Banyak pengamat film yang menduga, kekalahan di tahun 2014 akan meninggalkan kekecewaan yang panjang bagi Leonardo DiCaprio. Dugaan yang keliru.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
APAKAH Anda mengenal nama Glen Close? Bagaimana dengan Albert Finney? Amy Adams? Ed Harris, Annette Bening? Anda yang bukan penonton film "garis keras", barangkali memang agak asing pada nama-nama mereka.
Atau nama-nama ini, yang mungkin lebih familiar: Johnny Depp, Tom Cruise, Edward Norton, Joaquin Phoenix, Michelle Pfeiffer, Sigourney Weaver.
Iya, mereka adalah aktor dan aktris yang berkali-kali masuk nominasi Academy Award namun tidak sekalipun berhasil memenangkan Oscar. Baik sebagai aktris terbaik maupun pemeran pendukung terbaik.
Glen Close, kini 68 tahun, pernah lima kali dinominasikan. Terakhir di tahun 2012, saat ia masuk nominasi Best Actress lewat peran dalam film berjudul "Albert Nobbs" dan kalah dari Meryl Streep yang bermain menakjubkan dalam "The Iron Lady".
Albert Finley juga lima kali harus pulang dengan tangan kosong, masing-masing di tahun 1964, 1975, 1984, 1985, dan 2001. Usianya kini 79 dan ia film terakhirnya adalah Skyfall, serial James Bond yang diproduksi tahun 2012.
Serupa Finley, Amy Adams pun gagal dalam lima kesempatan (2006, 2009, 2011, 2013, 2014), Ed Harris empat kesempatan (1996, 1999, 2001, 2003), dan Annette Bening empat kesempatan (1991, 2000, 2005, 2011).
Di antara jajaran nama-nama tenar, baik Johnny Depp, Tom Cruise, Edward Norton, Joaquin Phoenix, maupun Pfeiffer dan Weaver, sama-sama gagal tiga kali.
Ada satu nama lagi yang awalnya masuk ke dalam kelompok ini, Leonardo DiCaprio. Ia sudah mencatat empat kegagalan. Tahun 1994, Leonardo DiCaprio dinominasikan untuk katagori Best Supporting Actor (Pemeran Pendukung Laki-laki Terbaik) melalui film "What's Eating Gilbert Grape" dan kalah dari Tommy Lee Jones yang bermain dalam "The Fugitive".
Sebelas tahun kemudian ia hadir lagi di Academy Award. Leonardo dinominasikan sebagai Aktor Terbaik berkat perannya sebagai multimilyuner Howard Hughes dalam "The Aviator". Permainannya cemerlang. Namun juri lebih memilih memberikan Oscar untuk Jamie Foxx, yang bermain tak kalah hebat dalam "Ray". Foxx memerankan musisi legendaris Ray Charles.
Tahun 2007, Leonardo kembali bermain menawan dalam "Blood Diamond", film yang menyoroti perihal kolonialisme dan perbudakan gaya baru, juga pasar gelap permata dengan latar belakang perang sipil, sengketa politik dan militer di Sierra Leone. Ia kalah dari Forest Whitaker yang dalam "Last King of Scotland", memerankan mantan presiden Uganda yang terkenal karena kegilaannya, Idi Amin.
Panggung Oscar 2014 menjadi saksi kegagalan Leonardo DiCaprio yang keempat. Ini kali ia bermain dalam film yang disebut "Komedi Hitam yang Mencekam", "The Wolf of Wall Street". Leo memerankan Jordan Belfort, pialang saham paling sensasional dalam sejarah pasar uang Amerika Serikat.
Ia bermain habis-habisan. Segenap tingkah polah Belfort yang extra ordinary digali habis- habisan. Namun lagi-lagi, Leonardo DiCaprio harus meninggalkan Academy Award tanpa patung emas Oscar. Para juri lebih terpukau pada permainan Matthew McConaughey dalam "The Dallas Buyers Club".
Banyak pengamat film yang menduga, kekalahan di tahun 2014 akan meninggalkan kekecewaan yang panjang bagi Leonardo DiCaprio.
Sebagai aktor, sebenarnya dia tidak perlu mencari apa-apa lagi. Ia tenar, kaya-raya, lelaki pujaan perempuan-perempuan paling cantik di muka bumi. Ia juga tidak perlu mengkhawatirkan bakal sepi job. Sebab orang film manapun tahu dia aktor kelas satu. Kekalahan-kekalahannya di Oscar adalah semata-mata karena sial. Saat ia bermain bagus, ada aktor lain yang bermain sedikit lebih bagus. Atau sekiranya pun sama-sama bagus, barangkali, juri lebih condong memilih aktor lain karena pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Dugaan ini meleset. Sebab hanya setahun berselang, Leonardo DiCaprio melakukan "perhitungan" yang gemilang. Ia bermain di film yang sungguh kuat, "The Revenant", dibesut sutradara pemenang Oscar tahun 2015, Alejandro Gonzales Inarritu.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/leoo_20160229_185039.jpg)