Sanggar Senja Insani Jadi Wadah Kreasi Mahasiswa
Sanggar Senja Insani dibentuk untuk menjadi ruang bagi mahasiswa dalam berkarya, berekspresi, dan mengembangkan potensi seni
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - STKIP Budidaya Binjai resmi meluncurkan Sanggar Senja Insani (Sensani) sebagai wadah pengembangan kreativitas mahasiswa di bidang sastra, tari, dan drama.
Peresmian sanggar tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan bertajuk Jejak Cerita di Atas Panggung yang digelar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP Budidaya Binjai.
Kegiatan yang berlangsung di Aula STKIP Budidaya Binjai itu dihadiri Ketua STKIP Budidaya Binjai Prof Dr Drs Ismail, Mag beserta jajarannya.
Sanggar Senja Insani dibentuk untuk menjadi ruang bagi mahasiswa dalam berkarya, berekspresi, dan mengembangkan potensi seni secara berkelanjutan.
Kepengurusan perdana sanggar tersebut terdiri atas Rozian Nabila sebagai Ketua, Sri Ayu Khomala Ningseh sebagai Sekretaris, dan Hera Julianti sebagai Bendahara. Kehadiran Sanggar Senja Insani menjadi langkah baru dalam pengembangan ekosistem seni dan budaya di lingkungan perguruan tinggi.
Sanggar ini juga disebut sebagai satu-satunya sanggar mahasiswa yang secara khusus mewadahi aktivitas sastra, tari, dan drama di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.
Baca juga: Lili Sartika, Duta Muda Sumatera Utara 2025 yang Punya Sanggar Belajar Gratis
Ketua STKIP Budidaya Binjai, Prof Dr Drs Ismail, MAg, mengatakan pendirian Sanggar Senja Insani merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik mau pun nonakademik.
“Melalui Sanggar Senja Insani, kami berharap mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya, berproses, dan mengembangkan kemampuan di bidang sastra, tari, dan drama. Kampus harus menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kaya akan kreativitas, budaya, dan karakter. Kami berharap sanggar ini dapat melahirkan karya-karya yang membanggakan kampus dan memberikan kontribusi bagi perkembangan seni dan sastra di tengah masyarakat,” ujarnya.
Peresmian sanggar turut dirangkai dengan berbagai penampilan seni yang dibawakan mahasiswa. Acara dibuka dengan tari persembahan, dilanjutkan pembacaan puisi Sajak Sebatang Lisong karya WS Rendra oleh Alda dan Dea Salvani.
Mahasiswa juga menampilkan dua pementasan drama, yakni Intelijen Berdaster dan Interview Kerja. Kedua pementasan tersebut berhasil menghibur penonton sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah seni pertunjukan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Usai peresmian, anggota Sanggar Senja Insani menampilkan Tari Zapin Melayu yang mendapat apresiasi dari para hadirin.
Penampilan tersebut menjadi simbol semangat sanggar dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Melayu di kalangan generasi muda.
Selain peluncuran sanggar, kegiatan tersebut juga menandai kembalinya forum Omong-Omong Sastra yang telah lama vakum di lingkungan kampus sekitar Binjai dan Langkat. Forum tersebut menghadirkan Fauziah M Nur, MPd, pegiat sastra dan sastrawan Sumatera Utara sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Fauziah mengajak mahasiswa memahami drama sebagai karya sastra yang menemukan kehidupannya ketika dipentaskan dan diapresiasi oleh masyarakat.
“Drama adalah sastra yang hidup. Ia tidak hanya dibaca, tetapi dihadirkan, dimainkan, dan dirasakan secara bersama-sama. Karena itu, pementasan drama menjadi salah satu cara penting untuk mendekatkan sastra kepada masyarakat,” katanya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait proses kreatif penulisan, pementasan drama, hingga perkembangan sastra di era digital.
| Sanggar Senja Insani Resmi Berdiri, Jadi Wadah Sastra, Tari, dan Drama Mahasiswa |
|
|---|
| Padukan Tokoh Mitologi, Komedi Satir Pelecehan Seksual dalam Teater Sidang |
|
|---|
| Teater O USU Angkat Isu P3lec3han S3ksual Lewat Pertunjukan Bertajuk Sidang |
|
|---|
| Pementasan Teater KOPI SUHI FKIP UMSU: Emak-Emak dan Bisikan Kuasa di Ruang Tersembunyi |
|
|---|
| Lima Pertunjukan Digelar di Medan, FTI Wadahi Komunitas Seni Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RUANG-SENI-Pementasan-drama-Intelijen-Berdaster.jpg)