Berita Medan

Pelangi Ishak dan Perjalanannya Menata Prestasi di Usia Muda

Bagi Pelangi, modelling bukan sekadar soal penampilan atau berjalan di atas catwalk.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Nurhalimah Pelangi Ishak 

Pelangi mengaku tahun 2025 menjadi momentum penting dalam hidupnya karena mulai dikenal lebih luas berkat capaian yang diraih.

Selain modelling, Pelangi juga aktif sebagai Top Putri Hijab Influencer Sumatera Utara 2025.

Dalam ajang tersebut, ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Edukasi, sebuah peran yang justru membuatnya semakin menemukan makna prestasi yang sesungguhnya.

Melalui bidang edukasi, Pelangi bersama tim rutin mengunjungi sekolah hingga panti asuhan untuk menggelar seminar pengembangan diri. 

Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tips percaya diri, keberanian keluar dari zona nyaman, hingga pentingnya membangun potensi sejak dini.

“Alhamdulillah selama 2025, program kerja di bidang edukasi yang Pelangi pimpin termasuk yang paling banyak terlaksana. Kita datang ke SMP-SMP, berbagi pengalaman dan motivasi,” ujarnya.

Ia menilai kesempatan menjadi influencer seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk popularitas semata.

Pelangi menyayangkan masih banyak generasi muda yang belum maksimal menggali potensi diri meski sudah memiliki panggung dan peluang.

“Padahal kesempatan itu ada. Tinggal bagaimana kita mau menggali kemampuan yang sudah kita punya,” katanya.

Meski aktif di media sosial, Pelangi mengaku tidak terlalu terpengaruh komentar negatif. Baginya, perbedaan pandangan adalah hal wajar selama seseorang tetap fokus pada tujuan dan proses yang dijalani.

“Pasti ada saja orang yang tidak suka dengan pencapaian kita. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti,” ucapnya.

Di balik kesibukan di dunia modelling dan kegiatan sosial, Pelangi juga dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia kerap meraih juara umum selama bersekolah di SMA.

Bahkan, ia sempat mendapatkan golden ticket untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Namun kesempatan tersebut terpaksa dilepas karena pertimbangan keluarga.

“Orang tua tidak mengizinkan karena saya anak perempuan satu-satunya. Jadi akhirnya memilih tetap di Sumatera Utara,” katanya.

Menyeimbangkan Prestasi Religi dan Dunia Modelling

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved