Berita Medan

Pelangi Ishak dan Perjalanannya Menata Prestasi di Usia Muda

Bagi Pelangi, modelling bukan sekadar soal penampilan atau berjalan di atas catwalk.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Nurhalimah Pelangi Ishak 

Selain aktif di dunia modelling dan edukasi, Pelangi juga menorehkan prestasi di bidang religi melalui cabang Syarhil Qur’an. 

Kemampuan tersebut ternyata sudah diasah sejak duduk di bangku SMP.

Ia mengaku sejak kecil terbiasa tampil berpidato sehingga memiliki dasar kuat dalam berbicara di depan umum. 

Saat mengikuti lomba Syarhil antar sekolah di SMP, Pelangi bersama tim berhasil meraih harapan satu sebelum akhirnya sempat terhenti di tingkat kecamatan.

Kesempatan kembali datang ketika Pelangi duduk di bangku SMA. Dengan bimbingan pelatih dan latihan intensif selama tiga bulan, ia berhasil meraih juara pertama dalam ajang Syarhil Qur’an tingkat kabupaten. 

Prestasi itu kembali berlanjut pada kompetisi berikutnya di tahun ini, di mana ia kembali dipercaya mewakili tim dan meraih juara.

Bagi Pelangi, pengalaman di bidang keagamaan menjadi bekal penting yang membentuk karakter serta kepercayaan dirinya.

Menariknya, Pelangi melihat tidak ada pertentangan antara aktivitas modelling dengan keterlibatannya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Ia justru berupaya memadukan keduanya dengan tetap menjaga nilai yang diyakini. 

Dalam memilih kerja sama brand, Pelangi mengaku lebih selektif dan cenderung memilih busana muslim atau hijab yang sesuai dengan identitasnya sebagai Putri Hijab Influencer Sumatera Utara.

“Modeling itu tidak harus selalu identik dengan hal yang negatif. Kita bisa tetap berkarya dan tampil, tapi juga menjaga batasan. Jadi kita harus bisa mengatur mana yang sesuai dengan prinsip kita,” ujarnya.

Baginya, kemampuan mengelola pilihan dan menjaga konsistensi nilai menjadi kunci agar prestasi di berbagai bidang dapat berjalan seimbang.

Bagi Pelangi, perjalanan prestasi bukan hanya tentang panggung kemenangan, tetapi juga proses menemukan jati diri. Ia pun berpesan kepada remaja seusianya agar tidak takut mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman.

“Kalau kita terus berada di zona nyaman, kita tidak akan berkembang. Setiap orang pasti punya kemampuan. Tugas kita adalah mencarinya dan mengasahnya,” tuturnya.

Di usia yang baru akan menamatkan bangku SMA, Pelangi sudah menunjukkan bahwa generasi muda bisa tampil multitalenta berprestasi di akademik, aktif di panggung nasional, sekaligus peduli pada edukasi sosial.

(cr26/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved