Berita Medan

Anggota TNI Terlibat Kasus 40 Kilogram Sabu Divonis 20 Tahun Penjara di PM Medan

Berangkat dari informasi itu, Kasi Intel dan Danrem 031 melakukan penangkapan terhadap Serma Yonanda.  

Tayang:
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anugrah Nasution
Serma Yonanda Agusta (39), terdakwa kasus sabu 40 kilogram divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Militer Medan. 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Serma Yonanda Agusta (39), terdakwa kasus  sabu 40 kilogram divonis 20 tahun penjara. 

Kasus yang menjerat Serma Yonanda Agusta (39) ini berawal dari polisi menangkap dua warga sipil terkait peredaran 40 kg sabu di Kabupaten Asahan pada Kamis (29/5/2025). 

Petugas melakukan pengembangan dan menduga narkoba itu didapat dari Serma Yonanda. 

Berangkat dari informasi itu, Kasi Intel dan Danrem 031 melakukan penangkapan terhadap Serma Yonanda.  

Vonis terhadap Yonanda dibacakan pada Senin 9 Mei 2026 kemarin. 

Dari salinan putusan Pengadilan Militer Medan, yang diliat tribun-medan, Minggu (15/3/2026), terdakwa divonis bersalah oleh hakim. 

Serma Yonanda dijerat Pasal 112 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Jo ke-2 KUHP, Jo Pasal 127 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 Jo Pasal 26 KUHPM, Jo Pasal 190 Ayat (1) Ayat (3) Ayat (4) UU RI Nomor 31 Tahun 1997. 

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan oditur militer, yakni pidana penjara seumur hidup, denda Rp 500 juta subsidair satu tahun penjara serta dipecat dari TNI

"Memidana terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama 20 tahun.
Pidana tambahan dipecat dari dinas militer," kata Mayor Wiwit Ariyanto sebagai Ketua Majelis Hakim dalam putusannya. 

Hakim menyampaikan lima poin yang memberatkan. Pertama, perbuatan terdakwa bertentangan dengan sapta marga butir kelima, sumpah prajurit butir kedua. 

Kedua, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang memerangi peredaran narkotika demi menyelamatkan anak bangsa. 

"Ketiga, perbuatan terdakwa telah mencemarkan nama baik TNI. Lalu, merusak sendi-sendi disiplin keprajuritan di kesatuannya," kata hakim. 

Hakim juga menyampaikan terdakwa berbelit-belit sehingga mempersulit jalannya persidangan. 

Selain itu, terdakwa bersama saksi tujuh dan saksi delapan telah melakukan perbuatan yang sama sebanyak dua kali. 

Sedangkan keadaan yang meringankan, pertama terdakwa bersikap sopan dalam persidangan. Kedua, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved