Berita Medan

JNE Antar Misi Momo Lestarikan Jajanan Tradisional, dari Dapur Kampung Tembus Pasar Modern

Berbekal kecintaannya pada kuliner tradisional, ibu tiga anak ini mulai membuat kue dari dapur rumahnya sendiri.  

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Ayu Prasandi
UMKM- Eva Ramadani, pemilik UMKM Kampoeng_an, menunjukkan salah satu produk unggulannya saat ditemui di Medan, Jumat (13/6/2026). Berawal dari resep warisan keluarga, Eva berhasil mengembangkan usaha kuliner tradisional hingga menembus pasar modern dengan dukungan pelatihan dan layanan logistik JNE. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Aroma kue tradisional yang keluar dari dapur rumah selalu membawa Eva Ramadani kembali pada kenangan masa kecilnya.  

Perempuan yang akrab disapa Momo itu masih mengingat bagaimana aneka kue basah dan jajanan tradisional buatan sang nenek selalu hadir dalam berbagai acara keluarga.   

Dari dapur sederhana itulah kecintaannya terhadap kuliner tradisional tumbuh.  

"Semua berawal dari resep dari nenek saya," ujar Momo saat ditemui Tribun Medan di kediamannya di Gang Bilal, Tanjung Selamat Medan, Jumat (13/6/2026).  

Saat itu, perempuan berusia 47 tahun tersebut tak pernah membayangkan resep-resep turun-temurun yang diwariskan neneknya kelak akan mengubah hidupnya.   

Ia hanya ingin menjaga agar cita rasa yang menghangatkan masa kecilnya tidak hilang ditelan zaman.  

"Awalnya saya hanya mencoba membuat makanan yang bisa saya jual atau memiliki potensi usaha," katanya.  

Eva Ramadani menunjukkan produk unggulannya saat
PAMERAN- Eva Ramadani menunjukkan produk unggulannya saat mengikuti pameran UMKM. Melalui berbagai ajang pameran, perempuan yang akrab disapa Momo ini terus memperkenalkan aneka makanan dan jajanan tradisional buatannya kepada masyarakat luas, sekaligus memperluas pasar dengan dukungan layanan pengiriman JNE.

Berbekal kecintaannya pada kuliner tradisional, ibu tiga anak ini mulai membuat kue dari dapur rumahnya sendiri.   

Hasil buatannya kemudian dipotret dan diunggah ke media sosial.  

Saat memulai usaha, ia tidak memiliki toko besar maupun modal besar.   

Bahkan, pesanan yang datang pada masa-masa awal masih bisa dihitung dengan jari. Namun, ia percaya setiap usaha besar selalu berawal dari langkah kecil.  

Pada 15 Maret 2021, ia memberanikan diri mendirikan usaha kuliner tradisional bernama Kampoeng_an.  

"Nama Kampoeng_an juga terinspirasi dari nenek saya. Saya ingin menghadirkan kuliner-kuliner kampung yang mulai jarang ditemukan, sekaligus mengingatkan orang pada cita rasa masa kecil," tuturnya.  

Nama tersebut bukan sekadar merek usaha, melainkan cerminan dari mimpinya untuk menghadirkan kembali cita rasa kampung yang akrab, hangat, dan penuh kenangan di tengah masyarakat modern. 

Beragam kuliner tradisional kini menjadi andalan Kampoeng_an

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved