Medan Terkini
Harga Material Melonjak, REI Sumut Minta Pemerintah Sesuaikan Harga Rumah Subsidi
DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah segera mengevaluasi harga rumah subsidi.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah segera mengevaluasi harga rumah subsidi seiring meningkatnya biaya pembangunan yang dinilai semakin membebani pengembang.
Kenaikan harga material bangunan, biaya tanah, upah tenaga kerja, logistik, perizinan hingga pembiayaan proyek disebut telah menekan kemampuan pengembang dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketua DPD REI Sumatera Utara, Rakutta Karo-Karo, mengatakan kondisi tersebut berpotensi memperlambat pembangunan rumah subsidi dan menghambat target Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintah.
“Rumah subsidi sangat dibutuhkan masyarakat, tetapi pengembang juga harus menjaga kualitas bangunan. Dengan kenaikan material yang cukup tinggi, ruang gerak pengembang semakin sempit.
Jika tidak ada penyesuaian, percepatan pembangunan rumah subsidi bisa melambat dan berdampak terhadap pencapaian Program 3 Juta Rumah,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Data DPD REI Sumatera Utara menunjukkan realisasi pembangunan rumah subsidi sepanjang Januari hingga Mei 2026 hanya mencapai 3.059 unit.
Angka tersebut turun 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4.027 unit.
Penurunan terjadi di sejumlah daerah utama pengembang rumah subsidi. Deli Serdang turun 27,1 persen, Langkat 17,1 persen, Asahan 35,9 persen, Labuhanbatu 15,7 persen, Binjai 31,1 persen, dan Simalungun 60,4 persen.
Meski beberapa daerah seperti Pematangsiantar mencatat pertumbuhan dan muncul pasar baru di Dairi serta Batu Bara, peningkatan tersebut belum mampu menutupi penurunan di wilayah utama.
Menurutnya, tekanan biaya pembangunan saat ini sudah berada pada level yang cukup berat.
Berdasarkan data REI Sumut, harga besi mengalami kenaikan sekitar 26 persen, semen 22 persen, batu bata 20 persen, cat 16 persen, gypsum 12 persen, dan keramik mencapai 44 persen.
Sementara itu, material alam seperti pasir, kerikil, batu, tanah urug, dan tripleks naik sekitar 6 hingga 7 persen.
“Secara rata-rata, kenaikan harga material mencapai 14 hingga 15 persen,” terangnya.
Angka tersebut belum termasuk kenaikan upah pekerja sebesar 6 sampai 10 persen, biaya perolehan tanah sekitar 10 persen, serta biaya logistik, perizinan, dan pembiayaan yang juga meningkat sekitar 10 persen.
Sekretaris DPD REI Sumatera Utara, Muhammad Fadly Bangun, mengatakan perlambatan pembangunan rumah subsidi merupakan akumulasi dari berbagai faktor biaya yang meningkat secara bersamaan.
| Wali Kota Medan Rico Waas Lepas 1.547 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Akurasi Data |
|
|---|
| Kejati Sumut Periksa 10 Orang terkait Dugaan Korupsi KIP di LLDIKTI Sumut |
|
|---|
| Sekolah Rakyat Permanen di Medan Hampir Rampung, Mensos Targetkan Beroperasi Juli 2026 |
|
|---|
| Kejaksaan Negeri Medan Tahan Mantan Dirut PT Graha Kontruksi Sejati Kasus Penggelapan |
|
|---|
| Mensos Sebut Tidak ada Pendaftaran, Begini Cara Jadi Siswa Sekolah Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-DPD-REI-Sumut-Rakutta-Karo-Karo-DPD-REI.jpg)