Berita Medan
Wali Kota Medan Tegaskan Ulama Bukan Objek Kepentingan Sesaat
Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat menjamu makan siang bersama tim Haflah Khas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa ulama tidak boleh hanya dijadikan objek kepentingan pada momen-momen tertentu, melainkan harus menjadi mitra yang terus mendampingi jalannya pemerintahan.
Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat menjamu makan siang bersama tim Haflah Khas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan.
“Ulama jangan kita jadikan sebuah objek tertentu, digunakan hanya pada saat-saat tertentu. Misalnya, ketika kita terpojok dalam suatu persoalan, baru membutuhkan nasihat atau masukan dari ulama,” kata Rico Waas kepada Tribun-Medan.com, Rabu (17/6/2026).
Rico mengakui bahwa setiap pemimpin, mulai dari wali kota hingga pejabat di lingkungan pemerintahan, merupakan manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.
Karena itu, keberadaan ulama sangat penting sebagai pengingat dan kompas moral agar arah pemerintahan tetap berada di jalur yang benar.
“Pemimpin bisa tetap lurus apabila didampingi oleh ulama. Manusia bisa jatuh kapan saja, bisa salah kapan saja, dan khilaf kapan saja,” ujarnya.
Dalam jamuan yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tersebut, Rico juga mengajak seluruh pihak melakukan refleksi diri mengenai sejauh mana keberadaan mereka telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, seorang pemimpin bukanlah sosok yang harus dilayani atau diagungkan, melainkan pelayan masyarakat yang harus mampu meruntuhkan sekat eksklusivitas dan membangun kedekatan dengan seluruh lapisan warga.
“Menjadi pimpinan itu apa sebenarnya? Apakah bos yang hanya menyuruh-nyuruh? Di tahun baru ini kita harus refleksi diri. Pimpinan itu adalah pelayan masyarakat, bukan untuk dielu-elukan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Medan kepada MUI. Menurutnya, hubungan harmonis antara Pemko Medan dan MUI saat ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi seluruh pengurus.
“Ini bukan hanya perasaan saya sendiri, tetapi juga seluruh jajaran MUI Kota Medan. Terima kasih Pak Wali. Setelah doa bersama, hari ini kami juga diajak makan bersama. Alhamdulillah,” ungkap Hasan.
Hasan menegaskan, MUI memiliki tiga fungsi utama, yakni Khidmatul Ummah (pelayan umat), Himayatul Ummah (pelindung umat), dan Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah).
Menurutnya, MUI tidak akan berseberangan dengan pemerintah, melainkan hadir untuk memberikan masukan, tausiah, bimbingan, dan arahan demi terwujudnya kehidupan beragama, sosial, dan pemerintahan yang berjalan selaras dengan kepentingan umat.
“Dalam hal ini, MUI hadir sebagai mediator antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Ayah Terdakwa 25 Liter BBM Wafat, Ranning: Saya Baru Bisa Rawat Usai Ditangguhkan |
|
|---|
| Kebocoran Tabung Gas, Bengkel Sehat di Medan Nyaris Ludes Terbakar |
|
|---|
| Hendak Terbang ke Jakarta, Mahasiswa Asal Tebing Tinggi Ditangkap, Bawa 29 Pod Getar Berisi Narkoba |
|
|---|
| Hanyut Hingga ke Thailand, Kodaeral I Kawal Pemulangan Nelayan Indonesia |
|
|---|
| Sekolah Rakyat Ubah Kehidupan Anak Kurang Mampu, Rico Waas: Perkembangannya Luar Biasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wali-Kota-Medan-Rico-Waas-silaturahmi.jpg)