Berita Viral
Prabowo Pasang Badan Polemik Whoosh, KPK Bidik Dugaan Mark Up Pembebasan Lahan
Meski Presiden Prabowo Subianto pasang badan dalam polemik Whoosh, KPK memastikan penyelidikan terus berjalan.
Senada, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Kamis (6/11/2025), menjelaskan bahwa penyelidikan bertujuan mencari ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum.
"Penyelidikan itu kan untuk mengetahui ada tidaknya suatu perbuatan tindak pidana korupsi. Kalau tidak ada ya selesai," kata Tanak.
Hingga saat ini, KPK memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan pada tahap pengumpulan data dan informasi (pulbaket) untuk menemukan setidaknya dua alat bukti yang cukup sebelum menentukan apakah kasus ini dapat dinaikkan ke tahap penyidikan.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) merupakan inisiatif Presiden Jokowi yang mulai digarap pada 2016 dan resmi beroperasi pada Oktober 2023.
Operasional berbayar dimulai pada 17 Oktober 2023, dan masyarakat sudah bisa memesan tiket melalui berbagai kanal.
Nilai investasinya mencapai USD 7,27 miliar atau sekitar Rp118 triliun, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia.
Proyek ini dijalankan melalui skema business-to-business (B2B) antara konsorsium BUMN Indonesia yang dipimpin PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan perusahaan China, yakni China Railway International dan China Railway Engineering Corporation, tanpa menggunakan dana APBN secara langsung.
Skema pembiayaan proyek sempat menjadi sorotan publik karena pembengkakan biaya dan utang BUMN yang menyertainya.
Luhut Sebut Sudah Busuk Sejak Awal
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui secara terbuka kalau proyek Whoosh sudah bermasalah sejak awal perencanaan.
Di era Presiden Jokowi, Luhut ikut mengurusi KCJB saat itu karena menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Ia mengaku ikut berunding dengan China terkait negosiasi proyek tersebut.
"Saya sudah bicara dengan China karena saya yang dari awal mengerjakan itu, karena saya terima sudah busuk itu barang. Kemudian kita coba perbaikin, kita audit, BPKP, kemudian kita berunding dengan China," beber Luhut dalam acara "1 Tahun Prabowo-Gibran" di Jakarta, dikutip pada Sabtu (18/10/2025). (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Anaknya Ditempelkan ke Tiang Listrik Berujung Koma, Pelaku Sujud, Orang Tua Ogah Beri Maaf |
|
|---|
| KLAIM Sony Sonjaya Sudah Setor 26 Nama Diduga Terlibat Korupsi MBG, Kejagung Fokus Periksa Tersangka |
|
|---|
| DAFTAR Nama 4 Anggota Brimob Ditikam di Labuan Bajo Usai Acara Syukuran |
|
|---|
| AWAL Mula Tagihan BPJS Supriyono Melonjak jadi Rp980 Ribu, Biasanya Rp280 Ribu: Aturan Dari Mana? |
|
|---|
| Kondisi Haji Bolot di RS Fatmawati Sempat Dikabarkan Kritis akibat Serangan Jantung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kereta-cepat-whoosh-2.jpg)