Berita Nasional

Roy Suryo Sebut Jokowi Palsukan Ijazah UGM, Gengsi Pakai Ijazah SMA saat Nyalon Kepala Daerah

Roy mengatakan hal ini diketahuinya dari seseorang yang disebutnya sebagai 'tokoh kunci'

Istimewa
Roy Suryo Cs bersumpah tidak pernah mengedit ijazah Joko Widodo (Jokowi). Hal itu digaskan Roy Suryo Cs dalam orasi Dukungan Bela Aktivis dan Akademisi dari Bentuk Kriminalisasi di Aula Gedung Joang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025) siang. (Istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pakar telematika, Roy Suryo, menuding Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) merasa gengsi tidak menggunakan ijazah sarjana saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Padahal, berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, syarat minimum pendidikan calon kepala daerah adalah SMA.

Jokowi merupakan lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1985.

Roy mengatakan hal ini diketahuinya dari seseorang yang disebutnya sebagai 'tokoh kunci' dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Dia lantas menyamakan tudingannya itu dengan kasus ijazah palsu yang membuat Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel), Hellyana, sebagai tersangka.

Mantan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) itu menduga Hellyana sampai memalsukan ijazah sarjananya karena gengsi saat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Babel di Pilkada 2024 lalu.

"Bu Hellyana itu sebenarnya sama, artinya dia pakai ijazah SMA saja cukup untuk menjadi wakil gubernur, tapi mungkin karena ada perasaan gengsi begitu (lalu memalsukan ijazah sarjana)."

"Sama sebenarnya, yang dari Solo ini juga sebenarnya ada nanti cerita," katanya dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu (3/12/2025).

Roy mengungkapkan sesorang yang disebutnya 'tokoh kunci' itu akan membeberkan ke publik terkait Jokowi yang memalsukan ijazah sarjanya karena gengsi saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Namun, dia tidak menjelaskan kapan 'tokoh kunci' ini akan menyampaikan hal tersebut.

"Pada saatnya, nanti seorang 'tokoh kunci' akan berbicara dan dia tahu persis kasus ini. Apakah hadir di pengadilan atau di mana, kita senyum saja," kata Roy.

Roy juga menyebut 'tokoh kunci' ini pernah mengingatkan Jokowi untuk mengurungkan niatnya memalsukan ijazah sarjana.

Namun, kata Roy, peringatan itu tidak diindahkan oleh mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Dia dulu juga pernah menasehati si pengguna ijazah yang kita sebut palsu ini 'sudahlah kalau nggak punya, nggak usah ngaku-ngaku punya strata itu'.

"Tapi dia (Jokowi) bilang 'wah kurang gagah lah'," jelas Roy.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved