Perang AS dan Israel vs Iran

Dirumorkan Tewas, PM Israel Benjamin Netanyahu Muncul ke Publik, Tebar Ancaman ke Mojtaba Khamenei

Setelah dirumorkan terluka parah hingga tewas akibat serangan rudal, PM Israel Benjamin Netanyahu kini muncul ke publik.

Editor: Juang Naibaho
HO
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 

Mengutip dari Al Jazeera, Minggu (8/3/2026), Mojtaba Khamenei merupakan figur yang disebut cenderung 'low profile', meski namanya telah lama terdengar sebagai sosok potensial di elit teokratis. 

Tak sedikit warga Iran yang belum pernah mendengar suaranya. Mojtaba Khamenei tidak muncul untuk memberikan ceramah publik, khotbah Jumat, atau pidato politik. 

Namun, dalam beberapa tahun terakhir namanya memang sering disebut sebagai calon pengganti ayahnya. 

Peringatan ke Hizbullah

Selain itu, Netanyahu juga melontarkan peringatan terhadap Hizbullah. 

Pemimpin Israel itu menyatakan akan terus menyerang Hizbullah.

Netanyahu menuntut harga yang mahal atas serangan yang terjadi awal Maret ke Israel. 

"Kami akan menuntut harga yang mahal dari Hizbullah, dan lebih baik bagi pemerintah Lebanon untuk bergerak lebih dulu dan ikut serta dalam langkah ini," kata Netanyahu. 

Hingga kini, eskalasi konflik di Timur Tengah masih memanas sejak AS-Israel meluncurkan serangannya terhadap Iran pada 28 Februari 2026. 

Di tengah serangan udara yang sudah berlangsung hampir dua pekan tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa Iran “tidak lagi sama”.

Menurutnya, operasi militer terhadap Iran mampu memukul dua pilar utama pertahanan rezim Iran, yakni Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan pasukan paramiliter Basij. 

Ia juga menyinggung bahwa beberapa serangan Israel telah menewaskan ilmuwan nuklir Iran terkemuka. 

Netanyahu juga menyebut bahwa Israel bertujuan untuk menghentikan Iran memindahkan proyek nuklir dan balistiknya ke bawah tanah.

Dalam pandangannya, Teheran dan Hizbullah tidak lagi menimbulkan ancaman yang sama seperti dulu. 

Lebih lanjut, Netanyahu mengulang pernyataan bahwa operasi militer tersebut dapat membuka peluang terjadinya perubahan rezim. 

Namun, PM Israel menegaskan perubahan kepemimpinan di Iran pada akhirnya bergantung pada rakyat Iran sendiri. 

"Pada akhirnya, itu tergantung pada kalian. Itu ada di tangan kalian,” katanya.

Sementara itu, Netanyahu turut menambahkan bahwa dirinya dan Presiden AS Donald Trump menjalin komunikasi setiap hari. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved